Reject coal hasil pengolahan yang tidak masuk spesifikasi batubara yang dapat dijual masih dapat dimanfaatkan untuk pupuk. Pupuk hasil pengolahan reject coal dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan reklamasi. Dengan pemanfataan ini akan membantu konservasi dan nilai tambah sumberdaya batubara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi terbaik penggunaan pupuk reject coal dan pupuk kompos untuk meningkatkan keberhasilan reklamasi di PT. Borneo Indobara. Komposisi pupuk yang digunakan dibuat 5 variasi komposisi yaitu Komposisi A ( Kompos 100% ), Komposisi B ( Pupuk reject coal 30% + Kompos 70%), Komposisi C ( Pupuk reject coal 50% + Kompos 50% ), Komposisi D ( Pupuk reject coal 70% + Kompos 30%), Komposisi E ( Pupuk reject coal 100%). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain kelompok kontrol pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada bulan Mei s/d Juli 2022 di area reklamasi PT. Borneo Indobara yang memiliki rata-rata nilai pH sebesar 4,78 dengan menggunakan bibit sengon (Paraserianthes falcataria). Variable yang diukur pada penelitian ini yaitu tinggi, diameter tanaman dan pH tanah, pemantauan tanaman dilakukan setiap 1 bulan sekali selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi A memberikan hasil penambahan tinggi 118,45 cm dan diameter sebesar 1,74 cm, pada komposisi B memberikan hasil penambahan tinggi sebesar 93,10 cm dan penambahan diameter 1,67 cm, pada komposisi C memberikan hasil penambahan tinggi sebesar 71,75 cm dan penambahan diameter 1,33 cm, pada komposisi D menunjukan penambahan tinggi sebesar 98,70 cm dan penambahan diameter sebesar 1,88 cm sedangkan pada komposisi E menunjukan penambahan tinggi sebesar 49,85 cm dan penambahan diameter sebesar 1,15 cm . Kesimpulan pada penelitian ini bahwa pencampuran pupuk kompos dan pupuk reject coal yang memberikan hasil yang baik, yaitu pada komposisi D.