Elfizar Diando
Divisi Mining and Support, PT. Berau Coal

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI TEKNIK PELEDAKAN PADA AREA DEKAT PEMUKIMAN DALAM RANGKA KONSERVASI CADANGAN BATUBARA Rusadi Apriansyah; Arintoko Saputro; Elfizar Diando
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pertambangan telah terbukti dapat memberikan sumbangsih positif terhadap ekonomi area sekitar, sekaligus memberikan dampak negatif pada pemukiman/lingkungan sekitar. Salah satu dampak negatifnya yakni getaran tanah yang dihasilkan dari kegiatan peledakan pertambangan, terutama pada lokasi pertambangan yang berdekatan dengan area pemukiman. Pit C2 Site Sambarata Mine Operation PT. Berau Coal adalah salah satu area pertambangan yang arah penambangannya mendekati pemukiman (500-150 meter dari pemukiman), serta menerapkan metode peledakan dalam proses pemberaian batuan. Berdasarakan hasil survei fisik pemukiman mengacu pada SNI 7571: 2010 tentang standar baku mutu terhadap tingkat getaran peledakan pada kegiatan tambang, diketahui kelas bangunan berada pada kelas 2 yang berarti getaran tanah maksimal yang diperbolehkan dari kegiatan peledakan ≤ 3,0 mm/s. Namun getaran tanah dari kegiatan peledakan pada jarak 500-150 meter dari lokasi peledakan lebih dari 3,0 mm/s. Selain itu, apabila mengacu pada KEPMEN No.1827/K/30/MEM/2018 Hal 79 sub point 9 tentang pengupasan tanah penutup mempersyaratkan adanya kajian teknis jika kegiatan peledakan dilakukan pada jarak kurang dari 500 meter dari manusia. Berdasarakan pemaparan diatas, maka dilakukan optimalisasi teknik peledakan dalam rangka mengurangi getaran tanah agar sesuai dengan nilai ambang batas SNI 7571: 2010 (≤ 3,0 mm/s) dan pemenuhan terhadap regulasi KEPMEN No.1827/K/30/MEM/2018 sehingga kegiatan peledakan dan pertambangan dapat dilakukan dalam rangka konservasi cadangan batubara pada area penambangan yang berjarak 150-500 meter dari pemukiman. Adapun optimalisasi teknik peledakan yang dilakukan yakni pengaturan isian bahan peledak, kustomisasi delay/rangkaian peledakan, penggunaan air deck, dan subtitusi material stemming menggunakan batu pecah (gravel). Optimalisasi tersebut terbukti dapat menghasilkan getaran tanah yang berada dibawah nilai ambang batas (PVS ≤ 3,0 mm/s) sesuai SNI 7571 : 2010 pada radius 500-150 meter dari pemukiman sehingga kegiatan penambangan/peledakan dapat tetap dilakukan dan cadangan batubara sebesar 660.580 ton dapat dikonservasi.