M.A.Prasojo Lukman H.
Geotechnical & Hydrology Departement, PT Berau Coal

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENIMBUNAN MATERIAL LUNAK DENGAN METODE SALURAN (CHANNEL DUMP) PADA AREA PENAMBANGAN PIT PQRT SITE LATI MINE OPERATION PT. BERAU COAL Dudu Anwar S.; M.A.Prasojo Lukman H.; Ichsan S.; Maurys I.
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lati Mine Operation (LMO) merupakan salah satu site penambangan yang dimiliki oleh PT. Berau Coal. Total volume produksi LMO pada tahun 2021 adalah 130.7 Juta Bcm. Kegiatan penambangan site LMO pada tahun 2021 memiliki tantangan besar dengan kehadiran material rawa dan bekas disposal (redisturb) sebesar 31 Juta Bcm yang mengakibatkan kurangnya blending ratio antara material blasting dan material rawa. Berdasarkan perencanaan awal, kebutuhan blending ratio untuk proses penimbunan dan layering sebesar 1:3.55 namun hanya terkomodir sebesar 1:2.44 dengan metode penimbunan yang dilakukan sekarang. Penimbunan material rawa dan redisturb melalui metode saluran (channel dump) ke void PQRT merupakan salah satu improvement yang dilakukan untuk menanggulangi kekurangan blending ratio. Lintasan saluran dibuat dengan beda tinggi 55 meter dan sudut 35 derajat yang dialiri dengan air. Dengan kehadiran metode channel dump, proses penimbunan material rawa dan redisturb dapat dilakukan tanpa dibutuhkannya material blasting sebagai material layering. Dampak channel dump juga secara langsung berhasil mereduksi jarak hauling overburden sebesar 1,068 meter dan mengurangi waktu disposal repair hingga 5 menit/hari. Pembuatan geometri desain channel dump dilakukan dengan pendekatan konsep hukum newton dan gaya gesek untuk memastikan material rawa yang ditimbun pada saluran dapat meluncur secara optimal. Selain dari aspek tersebut, pembuatan desain channel dump dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek geoteknik, safety, dan infrastruktur sehingga aktivitas penimbunan dapat berjalan aman dan target operasional dapat tercapai.