Bryan Kevin Toding Manginte
Engineering Group Leader, PT. Ricobana Abadi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI MINING SEQUENCE PIT B3 UNTUK WEEKLY PRODUKSI PT. RICOBANA ABADI Bryan Kevin Toding Manginte
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2022: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu proses perencanaan penambangan adalah perencanaan tahapan penambangan atau mining sequence. Target produksi sangat bergantung dari perencanaan mining sequence yang dibuat agar produksi dapat tercapai dan mengalami keuntungan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dari setiap sequence yang dibuat agar aktual penambangan sesuai dengan tahapan yang sudah dibuat. Penelitian ini mengambil kasus di Pit B3 PT. Ricobana Abadi. PT. Ricobana Abadi merupakan perusahaan kontraktor yang bergerak dalam penambangan batubara yang memiliki target produksi sebesar 509,000 BCM dan 18,457 mT batubara pada bulan Mei 2022 dan memiliki target mingguan 135,248 BCM dan 5,185 mT batubara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persentase ketidaktercapaian target produksi pada target mingguan (weekly), faktor-faktor penyebab ketidaktercapaian dan mengetahui kesesuaian rencana sequence penambangan dengan aktualisasi aktivitas penambangan. Evaluasi ini dilakukan dengan melakukan perhitungan produktivitas loader dan hauler tiap fleet, waktu kerja efektif serta membandingkan hasil overlay desain untuk area on grade, undercut, dan overcut menggunakan software minescape 5.7. Hasil dari penelitian ini adalah realisasi produksi weekly khususnya di week 20 pada bulan mei 2022 adalah 69 % dari 135,248 yaitu 93,646 BCM untuk pencapaian overburden dan 91 % dari 5,185 mT yaitu 4,700 mT untuk pencapaian coal. Hasil overlay design terdapat area undercut sebesar 42,286 BCM dan overcut sebesar 10,578 BCM. Faktor penyebab ketidaktercapaian overburden adalah waktu kerja yang tidak efektif dengan loss produksi sebesar 35,208 BCM dan Produktivitas dari loader CAT 374 Plan (325 bcm/ jam) yaitu sebesar 229 bcm/jam, sedangkan penyebab ketidaktercapaian coal adalah waktu kerja tidak efektif dikarenakan jumlah jam hujan dan slippery diatas dari plan yaitu 52.12 jam.