Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Eksistensi Bank Syariah dalam Persfektif Undang-Undang No.21 Tahun 2008 Tentang Perbankan Syariah Nurul Muyasaroh
Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 2 (2022): Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/syarikat.2022.vol5(2).10657

Abstract

Regulasi perbankan di Indonesia secara sistematis dimulai pada tahun 1967 dengan dikeluarkan UU No.14 Tahun 1967 tentang pokok-pokok perbankan sebagai pedoman pengaturan tentang perbankan di Indonesia. Ini merupakan undang-undang perbankan yang pertama kali dibuat oleh pemerintah Republik Indonesia di zaman kemerdekaan Indonesia.Kemudian titik terang pendirian Lembaga bank dengan system syariah dimulai pada tahun 1992 tentang perbankan, di mana perbankan hasil diakomodasi. Undang-undang ini menyebutkan ada dua unsur perbankan nasional yaitu perbankan berdasarkan prinsip bagi hasil dan bank yang dioperasikan berdasarkan kepada prinsip rate interest (bunga). Pada periode Undang-undang No.10 Tahun 1998 yang diharapkan dapat memperluas ruang gerak perbankan syariah, ternyata belum cukup mampu mengakomodasi kebutuhan operasional syariah. Melihat dari kenyataan yang ada dalam undang-undang tersebut sehingga pada tahun 2008 merupakan era penting bagi perkembangan regulasi bank dan keuangan syariah. Pada tahun ini telah dikeluarkan Undang-undang No.21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah yang disahkan pada tanggal 17 Juni 2008. Dengan lahirnya undang-undang tentang bank syariah ini, apakah memang benar-benar eksistensi bank syariah itu telah memiliki kekuatan paying hukum, dan bagaimanakah dengan peraturan-peraturan tentang bank syariah yang ada pada undang-undang sebelumnya. Untuk mendapatkan data yang diperlukan, penulis mengadakan penelitian terhadap buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti, terutama buku Undang-undang No.21 Tahun 2008 sebagai data primer dan buku-buku lainnya yang berkaitan dengan perbankan syariah sebagai data sekunder. Akhirnya hasil penelitian ini menemukan bahwa eksistensi bank syariah dalam periode Undang-undang No.21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah bisa semakin kokoh kedudukannya dalam hukum tata perbankan di Indonesia, karena dalam undang-undang ini telah diatur tentang perbankan syariah secara spesifik, dan dengan lahirnya undang-undang ini bank syariah memiliki paying hukum sekaligus merupakan puncak regulasi undang-undang bank syariah.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN SYARIAH DAN PERSEPSI TERHADAP MINAT MENGGUNAKAN PRODUK BANK SYARIAH Putri Nuraini; Mufti Hasan Alfani; Nurul Muyasaroh; Rabiatul Adawiyah
Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Tabarru' : Islamic Banking and Finance
Publisher : Department of Islamic Banking, Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Riau (UIR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jtb.2023.vol6(1).13026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan syariah dan persepsi terhadap minat remaja masjid di Kota Pekanbaru dalam menggunakan produk bank syariah. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 92 orang responden. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan teknik analisis menggunakan regresi linier berganda dengan pengolahan data menggunakan software SPSS Versi 25. Pengujian hipotesis menggunakan analisis secara parsial (uji t) dan secara simultan (uji F). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah terhadap minat menggunakan produk bank syariah diperoleh nilai t-hitung sebesar 4,362 lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,661 dengan taraf signifikansi sebesar 0.000 < 0.05. Hal ini berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara literasi keuangan syariah terhadap minat. Hasil pengujian persepsi terhadap minat menggunakan produk bank syariah diperoleh nilai t-hitung sebesar 5,430 lebih besar dari nilai t-tabel sebesar 1,661 dengan taraf signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, sehingga dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara persepsi terhadap minat. Uji F test menunjukkan literasi keuangan syariah dan persepsi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat. Berdasarkan uji koefisien adjusted R square (R2) diperoleh nilai sebesar 0,641. Hal ini berarti literasi keuangan syariah dan persepsi berpengaruh positif dan mempengaruhi sebesar 64,1% perubahan minat untuk menggunakan produk bank syariah pada remaja masjid di Kota Pekanbaru, sedangkan sisanya sebesar 35,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak di ikutsertakan dalam penelitian ini.
PENGENALAN PRODUK LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH DI KELURAHAN TANGKERANG BARAT KOTA PEKANBARU Ficha Melina; Marina Zulfa; Zulkifli; Hamzah; Nurul Muyasaroh
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Agustus 2023 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v1i2.35

Abstract

Pengabdian ini berjudul: Pengenalan Produk Lembaga Keuangan Syariah Di Kelurahan Tangkerang Barat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kontribusi berupa pengetahuan dan menambah wawasan kepada kelompok ibu rumah tangga tentang pentingnya pengetahuan tentang produk Lembaga keuangan, yang berlandasakan syariah yakni perbankan syariah serta produk-produk yang terdapat didalamnya. Diharapkan dengan instrument produk-produk Lembaga keuangan syraiah ini dapat menjadi kekuatan baru ekonomi syariah di lingkungan masyarakat demi meningkatkan ekonomi masyarakat jauh lebih baik berlandaskan prinsip syariah. Kegiatan pengabdian ini kami laksanakan di kelurahan Tangkerang Barat Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru dengan Metode yang digunakan ada 4 tahap yaitu diskusi atau wawancara, observasi, menyampaikan surat kesediaan menjadi mitra dan penyuluhan atau sosialisasi. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini yaitu untuk memberikan wawasan serta pengetahuan terkait produk-produk lembaga keuangan syariah kepada ibu-ibu RT 01 RW 012 Kelurahan Tangkerang Barat Kota Pekanbaru.
PEMBERDAYAAN EKONOMI UMAT MELALUI PEMAHAMAN GADAI SYARIAH DI LINGKUNGAN MAJLIS TAKLIM PEKANBARU RIAU Marina Zulfa; Ficha Melina; Nurul Muyasaroh
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus 2026 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v4i2.142

Abstract

This community service activity aims to strengthen community economic empowerment through improving understanding of Islamic pawn (rahn) practices among members of Majlis Taklim at Darussalam Mosque, Tenayan Raya District. The program was implemented using an educational and participatory approach involving lectures, discussions, and practical explanations delivered collaboratively with Islamic bank partners specializing in gold pawn services. The activity was conducted on December 10, 2025, and attended by mosque congregants who actively participated in discussions on sharia-compliant financial solutions. The results show an increase in participants’ knowledge regarding the principles, procedures, and benefits of Islamic pawn schemes as an alternative to conventional financing. Participants also demonstrated greater awareness of the importance of using sharia-based financial products in managing household economic needs. In conclusion, this community service program effectively enhanced financial literacy and contributed to strengthening the economic resilience of the target community through the application of Islamic financial principles.
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN PRODUK TABUNGAN DAN PEMBIAYAAN SYARIAH KEPADA IBU-IBU PKK PERUMAHAN GRIYA BINA WIDYA UNRI KOTA PEKANBARU Ficha Melina; Nurul Muyasaroh; Marina Zulfa; Rahmawati Nur; Aulia Fitri Sya’bani
Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus 2026 Hawa : Jurnal Pemberdayaan Dan Pengabdian Masyarakat (HAWAJPPM)
Publisher : Yayasan Wayan Marwan Pulungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69745/hawajppm.v4i2.145

Abstract

This Community Service Activity (PKM) aims to increase public understanding of Islamic banking and encourage the use of Islamic financial products in supporting family economic welfare. The activity was carried out in Tuah Madani Village with the main target of PKK women. The methods used include socialization related to the basic concepts of Islamic banking, savings products, financing, and Islamic investments such as gold savings. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the principles and products of Islamic banking. However, based on observations, several problems are still found, such as low sharia financial literacy and lack of public understanding of Sharia investment products. Nevertheless, this activity received a very positive response from the community, which was shown through the enthusiasm of the participants and the hope that similar activities could be carried out sustainably with more varied materials. Thus, this PKM activity contributes to increasing sharia financial literacy and opens up opportunities for community economic empowerment based on sharia principles.
Analisis Kesiapan Transformasi Digital UPZ Al-Ukhuwwah di Era Society 5.0 Muyasaroh, Nurul; Marina Zulfa; Ficha Melina; Annisa Rahmayani; Muhammad Nabil Habibi
Syarikat: Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah Vol. 9 No. 1 (2026): Syarikat : Jurnal Rumpun Ekonomi Syariah
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/syarikat.2026.vol9(1).27806

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam pengelolaan zakat, khususnya pada era Society 5.0 yang menuntut lembaga zakat untuk meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas melalui pemanfaatan teknologi. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai lembaga yang berinteraksi langsung dengan masyarakat memiliki peran strategis dalam mendukung transformasi digital pengelolaan zakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan UPZ Al-Ukhuwwah Kelurahan Air Putih dalam mengimplementasikan transformasi digital menuju era Society 5.0, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPZ Al-Ukhuwwah telah memiliki kesiapan awal dalam transformasi digital melalui komitmen pengurus dan penggunaan teknologi seperti media sosial, transfer bank, serta QRIS dalam pembayaran zakat. Namun, implementasi transformasi digital belum optimal karena masih terdapat kendala berupa keterbatasan literasi digital sumber daya manusia, infrastruktur teknologi, dan belum tersedianya sistem informasi zakat yang terintegrasi. Kesiapan UPZ Al-Ukhuwwah berada pada tingkat menengah sehingga diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur teknologi, serta pengembangan sistem digital terpadu agar pengelolaan zakat menjadi lebih efektif, transparan, akuntabel, dan berkelanjutan di masa mendatang dalam era Society 5.0 sekarang.
Peningkatan Literasi Lembaga Keuangan Perbankan Syariah dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Tuah Madani Melina, Ficha; Muyasaroh, Nurul; Syafiah Bahita, Siti; Agustin, Imellia
Al-ihsan: Jurnal Pengabdian Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Al-Ihsan : Jurnal Pengabdian Agama Islam
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/aijpai.2025.20977

Abstract

Bank dan Lembaga Keuangan Syariah mendefinisikan lembaga keuangan sebagai setiap perusahaan yang bergerak di bidang pendanaan, pembiayaan, dan jasa sesuai dengan prinsip syariah. Pengaturan sistem perbankan syariah diatur dalam Undang-Undang No. 21 Tahun 2008, oleh karena itu pengembangan perbankan syariah nasional semakin memiliki landasan hukum yang memadai dan mendorong pertumbuhannya lebih pesat. Dukungan terhadap pengembangan perbankan syariah juga ditunjukkan dengan adanya “dual banking system”, dimana bank konvensional diperbolehkan untuk membuka unit usaha syariah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan sumbangan berupa literasi keuangan guna menambah wawasan kepada kelompok ibu-ibu wirid tentang pentingnya literasi tentang perbankan syariah. Tujuan kegiatan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan syariah masyarakat tentang bank syariah, meningkatkan pemahaman tentang perbedaan bank syariah dengan bank konvensional, dan mengenalkan produk-produk bank syariah. Manfaat yang diharapkan dari sosialisasi ini adalah masyarakat lebih memahami perbankan syariah sehingga dapat memanfaatkan keberadaan bank syariah agar tidak terjebak pada rentenir atau eksploitasi.
Optimalisasi Peran Zakat dalam Pemberdayaan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial: Sosialisasi Kepada Ibu-Ibu PKK Pekanbaru Muyasaroh, Nurul
Al-ihsan: Jurnal Pengabdian Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Al-ihsan: Jurnal Pengabdian Agama Islam
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/aijpai.2025.21850

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengoptimalkan peran zakat dalam pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan sosial melalui sosialisasi yang diberikan kepada ibu-ibu PKK RW 02 Perumahan Griya Bina Widya UNRI, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang zakat sebagai instrumen sosial-ekonomi yang dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. Dalam sosialisasi ini, peserta diberikan wawasan tentang pentingnya zakat dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, serta diajarkan tentang cara pengelolaan dan distribusi zakat yang efektif dan tepat sasaran. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat membangun kesadaran kolektif mengenai peran zakat dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat, serta membantu mengurangi kesenjangan sosial yang ada di tingkat komunitas. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang zakat, ibu-ibu PKK dapat lebih aktif dalam memanfaatkan zakat sebagai sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dan menciptakan perubahan positif di lingkungan mereka
PROFESSIONAL ZAKAT IN PEKANBARU CITY : AN ANALYSIS OF PUBLIC PERCEPTIONS TOWARD THE BAZNAS PROGRAM Muyasaroh, Nurul; Khaidir, Widya; Muda, Iskandar; Soemitra, Andri; Yusrizal
Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Tabarru' : Islamic Banking and Finance
Publisher : Department of Islamic Banking, Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Riau (UIR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jtb.2025.vol8(2).25826

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap zakat profesi di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pekanbaru serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat muslim di Kota Pekanbaru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih memiliki pemahaman yang rendah mengenai kewajiban zakat profesi, disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dari BAZNAS dan minimnya pemahaman tentang cara perhitungan zakat profesi. Namun demikian, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menunaikan zakat profesi seiring dengan meningkatnya peran BAZNAS dalam edukasi dan pengelolaan zakat yang lebih profesional. Disarankan agar BAZNAS meningkatkan kegiatan sosialisasi, edukasi, dan transparansi dalam pengelolaan zakat profesi guna memperkuat kepercayaan dan partisipasi masyarakat.
Qur'anic Wealth Management (At-Tamwil) and Digital Waqf Transformation in Indonesia: A Systematic Literature Review Widya Khaidir; Nurul Muyasaroh; Muhammad Irwan Padli Nasution; Muhammad Habibi Siregar
Sharia Economic and Management Business Journal (SEMBJ) Vol. 7 No. 1 (2026): Sharia Economic and Management Business
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/sembj.v7i1.2556

Abstract

Background: As Islamic financial technology (fintech) continues to expand rapidly, the digitalization of waqf presents a strategic opportunity that is both timely and urgent. However, much of the existing scholarship has concentrated narrowly on jurisprudential rulings and technical feasibility, leaving the deeper normative foundations of the Qur'an as a source of Islamic wealth stewardship largely unexplored. Method: This study aims to examine the Qur'anic concept of wealth management (at-tamwīl) through thematic exegesis (maudhū'ī tafsir), and to develop a framework that integrates these principles with digital waqf innovation in Indonesia. A qualitative descriptive design was employed, combining thematic Qur'anic interpretation as its primary approach with a Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA protocol. Results: The study identifies five core at-tamwīl principles derived from the Qur'an: istikhlaf (trusteeship and accountability), tanmiyah wa tazkiyah (growth and purification), tawazun wa 'adl (balance and distributive justice), tasylif wa bayyinah (clarity and evidentiary transparency), and maqashidiyyah (public welfare orientation). These principles are integrated into the "Digital At-Tamwil" model a conceptual framework that positions technologies such as blockchain, smart contracts, waqf crowdfunding, and data analytics as instruments for operationalizing Qur'anic values within digital waqf governance, rather than as replacements for Islamic ethical standards. The study further identifies ethical risks inherent to digitalization, including materialistic reductionism, digital exclusion among underserved communities, and the erosion of interpersonal bonds between donors (waqif), managers (nazhir), and beneficiaries (mustahiq). Conclusion: This research affirms that sustainable digital waqf transformation demands a strong normative grounding in Qur'anic teachings, not merely technological modernization. The Digital At-Tamwil model offers a novel contribution by bridging sacred scripture, Indonesia's contemporary socio-economic realities, and the digital ecosystem positioning waqf as a resilient instrument of sustainable development while preserving its spiritual essence.