Ali Makfud
STAI Binamadani

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MANAJEMEN RESIKO PERBANKAN SYARI’AH DI TENGAH WABAH COVID19 DENGAN MENGAMBIL PELAJARAN KISAH NABI YUSUF ALAIHIS SALAM Ali Makfud
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol 6 No 1 (2023): Madani Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v6i1.484

Abstract

Manajemen resiko sangat penting bagi stabilitas perbankan, hal ini karena bisnis perbankan erat berhubungan dengan resiko. Dalam kegiatannya, bank menghadapi berbagai resiko, seperti resiko kredit (pembiayaan), resiko pasar dan resiko operasional. Manajemen resiko yang baik bagi bank dapat menyelamatkan bank akan dari kehancuran jika keadaan terburuk terjadi sebagaimana yang terjadi saat covid 19. Dengan kisah Nabi Yusuf ketika menangani krisis, telah memberikan model secara spesifik bagaimana menghadapi krisis dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Memilih orang yang tepat sebagai pihak terpercaya, pandai menjaga dan capable dengan pengetahuan yang memadai untukmelakukan assessment terhadap risiko yang mengancam terjadinya krisis; dan (2) Melakukantahapan-tahapan penanganan krisis, seperti mengidentifikasi krisis (signal detection), melakukanpersiapan dan pencegahan terhadap krisis (preparation and prevention), membendung kerugian (damage containment), melakukan pemulihan (recovery), dan mengambil pelajaran dari krisisyang terjadi agar tidak berulang (learning). Pembelajaran ini terutama sangat penting bagi institusi keuangan Islam yang sedang berusaha untuk menjalankan ketentuan-ketentuan Syari’ah dalam segala aktivitas usahanya. Kata Kunci : Manejemen Resiko, Bank, Keuangan Syari’ah, Kisah Nabi Yusuf.
Wakaf Tunai sebagai Alternatif Pembiayaan UMKM dalam Perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah Ali Makfud
Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syariah Vol. 9 No. 1 (2026): Madani Syari'ah: Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/madanisyariah.v9i1.955

Abstract

Wakaf tunai merupakan salah satu instrumen keuangan sosial Islam yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembiayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya dalam mengatasi keterbatasan akses pembiayaan yang adil dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wakaf tunai sebagai alternatif model pembiayaan UMKM dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif normatif dengan menelaah berbagai literatur klasik dan kontemporer terkait wakaf, ekonomi Islam, dan teori maqāṣid untuk mengkaji relevansi dan rasionalitas wakaf tunai dalam pembiayaan UMKM. Hasil kajian menunjukkan bahwa wakaf tunai, apabila dikelola secara produktif dan profesional, dapat berfungsi sebagai instrumen pembiayaan inklusif yang bebas riba dan mendukung keberlanjutan UMKM. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, wakaf tunai berkontribusi terhadap perlindungan harta (ḥifẓ al-māl), perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs), serta pencapaian kemaslahatan umum (maṣlaḥah ‘āmmah). Selain itu, pendekatan maqāṣid yang bersifat sistemik menegaskan bahwa efektivitas pembiayaan wakaf tunai tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan hukum, tetapi juga oleh dampak sosial, ekonomi, dan kelembagaan yang dihasilkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi wakaf tunai dalam pembiayaan UMKM merupakan solusi strategis dan berkelanjutan dalam sistem ekonomi Islam. Penguatan tata kelola, dukungan regulasi, dan kapasitas kelembagaan menjadi faktor kunci dalam memaksimalkan peran wakaf tunai bagi pembangunan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.