This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Mutia Felina
Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN REBUSAN DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA) TERHADAP VOLUME ASI PADA IBU NIFAS Mutia Felina; Pipi Lestari
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v14i1.1029

Abstract

Menurut WHO, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di dunia hanya 36% pada tahun 2007-2013. Persentase menyusui eksklusif hanya 15% pada tahun 2010, tetapi telah meningkat sebesar 36,2% pada tahun 2013, dan 30,2% target pemberian ASI eksklusif sebesar 80% pada tahun 2015. Dampak ASI yang tidak lancar membuat ibu berfikir bayi mereka tidak mendapat cukup ASI sehingga ibu berhenti menyusui dan mengganti dengan susu formula serta ada juga yang merasa takut dan menghindari menyusui, akibatnya terjadi pembendungan ASI dan ASI yang keluar sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rebusan daun pepaya terhadap volume ASI pada wanita nifas di BPM "F" Ladang Laweh Kabupaten Agam, sampel 10 ibu nifas anemia menggunakan teknik non-probalitiy sampling menggunakan teknik purposive sampling. Setiap responden diberi perlakuan dengan memberikan 200 gram rebusan daun pepaya selama 7 hari. Pengukuran volume ASI dilakukan dua kali, yaitu sebelum mengonsumsi rebusan daun pepaya dan pada hari ke 8 setelah mengonsumsi rebusan daun pepaya. Hasil penelitian ini memperoleh volume rata-rata ASI sebelum diberikan rebusan daun pepaya 25.9000 dan setelah diberikan rebusan daun pepaya 37,6000 dengan perbedaan rata-rata 1.17000, nilai p = 0,001. Ini menunjukkan ada pengaruh pemberian rebusan daun pepaya terhadap volume ASI pada ibu nifas. Disarankan pada peneliti selanjutnya  agar melakukan penelitian dengan variable yang berbeda atau menambah variable penelitian, lebih menghomogenkan sampel dan mengontrol pola makan atau asupan gizi lain selama penelitian.