Ivan Sebastian
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

URGENSI PENGATURAN TERKAIT PENGGUNAAN SISTEM ALGORITMA OTOMATIS DALAM PERDAGANGAN KOMODITI BERJANGKA DI INDONESIA Ivan Sebastian
Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Sarjana Ilmu Hukum, Januari 2023
Publisher : Kumpulan Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ivan Sebastian, Reka Dewantara, Ranitya Ganindha Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: Ivansebastian147@gmail.com ABSTRAK Pada skripsi kali ini, penulis membahas mengenai Urgensi Pengaturan Terkait Penggunaan Sistem Algoritma Otomatis Dalam Perdagangan Komoditi Berjangka Di Indonesia. Alasan dipilihnya tema di atas disebabkan oleh adanya kekosongan hukum pada bidang tersebut, sedangkan telah banyak masalah yang bermunculan terkait Urgensi Pengaturan Terkait Penggunaan Sistem Algoritma Otomatis Dalam Perdagangan Komoditi Berjangka Di Indonesia yang telah menyebabkan kerugian dalam jumlah banyak bagi masyarakat dan warga Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian yang peneliti lakukan memiliki tujuan untuk menganalisis: (1) Apakah urgensi pengaturan terkait penggunaan sistem algoritma otomatis dalam perdagangan komoditi berjangka di Indonesia? (2) Bagaimana Konseptualisasi pengaturan terkait penggunaan sistem algoritma otomatis dalam perdagangan komoditi berjangka di Indonesia? Peneliti menerapkan jenis penelitian yuridis normatif, kemudian menerapkan pendekatan perundang undangan (Statute Approach), menggunakan teknik analisis bahan hukum yang akan digunakan pada penelitian kali ini adalah teknik interpretasi gramatikal, yaitu penekanan pada pentingnya kedudukan bahasa dalam memaknakan sesuatu objek. Teknik interpretasi lainnya yang akan peneliti gunakan adalah teknik analisis sistematis, yaitu menginterpretasi undang-undang sebagai bagian dari keseluruhan sistem perundang-undangan dan menghubungkannya dengan undang-undang yang lain. Melalui penelitian dengan metode seperti di atas, peneliti menemukan jawaban dari rumusan masalah di atas, yaitu pertama, pengaturan terkait penggunaan sistem algoritma otomatis dalam perdagangan komoditi berjangka di Indonesia sudah diperlukan, karena secara filosofis, memang sudah sepantasnya negara membangun, menjaga dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya di bidang ekonomi, salah satunya dengan cara menciptakan regulasi-regulasi yang dapat mewujudkan kewajiban-kewajiban di atas. Sedangkan secara yuridis, regulasi-regulasi yang ada di Indonesia seperti Undang Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Komoditi Berjangka Komoditi sampai Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi sampai sekarang belum mengatur tentang penggunaan algoritma otomatis dalam perdagangan berjangka. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia sedang diresahkan dengan tidak adanya peraturan yang mengatur terkait penggunaan system algoritma otomatis dalam perdagangan komoditi berjangka di Indonesia, yang di mana hal tersebut telah menimbulkan kerugian di masyarakat yang jumlahnya tidak sedikit, yaitu setidaknya 2 Triliun Rupiah dari 3 perusahaan yang berbeda. Peneliti juga menemukan bahwa mengenai konsep pengaturannya sendiri, peraturan dari luar negeri seperti Directive 2014/65/Eu Of The European Parliament And Of The Council Of 15 May 2014 On Markets In Financial Instruments And Amending Directive 2002/92/Ec And Directive 2011/61/EU dapat dijadikan rujukan dan referensi dalam merancang pengaturan terkait penggunaan sistem algoritma otomatis dalam perdagangan komoditi berjangka di Indonesia, yang kemudian konsep-konsep yang diambil dituangkan ke dalam Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi. Kata Kunci: Urgensi, Sistem Algoritma Otomatis, Perdagangan Berjangka ABSTRACT This research discusses the urgency of the regulation regarding the use of an automated algorithm system in commodity futures trading in Indonesia. This research topic departed from the legal loopholes of this case, while there have been issues emerging regarding the urgency of the regulation concerning the use of an automated algorithm in commodity futures trading in Indonesia, and it has caused a significant loss for the people in Indonesia. This research analyzes: (1) what is the urgency of the regulation regarding the use of an automated algorithm system in commodity futures trading in Indonesia? 2) what is the conceptualization of the regulation regarding the use of an automated algorithm system in commodity futures trading in Indonesia? This research employed normative juridical methods and a statutory approach. The data were analyzed based on grammatical and interpretation techniques that are more focused on the essence of the position of language in giving the meaning of an object. Another interpretation technique used was the systematic interpretation of the law as part of or the entire unity of the legislation. The law concerned was connected to another law. With these methods, the regulation regarding the use of this automated algorithm system in commodity futures trading in Indonesia is required, considering that philosophically, the state needs to develop, maintain, and improve the welfare of the people in an economic scope. This can be performed by making regulations that can realize the obligations above. Juridically, the related regulations in Indonesia range from Law Number 32 of 1997 concerning Commodity Futures Trading to the Regulation of Commodity Futures Trading Supervisory Agency, and they do not regulate the use of an automated algorithm in futures trading. Sociologically, Indonesian people are quite concerned with the absence of regulations governing the use of an automated algorithm system in commodity futures trading, and this lack has caused a significant loss of about 2 trillion rupiahs from three companies. The regulations applied in Indonesia and other regulations from other countries such as Directive 2014/65/Eu of the European Parliament and of the Council of 15 May 2014 on Markets in Financial Instruments and Amending Directive 2002/92/Ec and Directive 2011/61/EU can serve as references in designing the related regulations concerning the use of automated algorithm system in commodity futures trading in Indonesia, and the concepts derived from these regulations can be adopted in the Regulation of Commodity Futures Trading Supervisory Agency. Keywords: urgency, automated algorithm system, futures trading