Taufiq Hidayat
Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Organisasi Riset Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jl. Raya Jakarta-Bogor KM.46, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Indonesia, 16915.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efek Dosis Tinggi Potassium Iodate (KIO3) Terhadap Fungsi Tiroid, Thyroid Peroxidase Antibody (TPOAb) dan Berat Badan Pada Tikus Jantan Galur Wistar Hipotiroid Taufiq Hidayat; Muhamad Arif Musoddaq
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.58593

Abstract

Potassium iodate (KIO3) direkomendasikan di banyak negara tropis termasuk Indonesia. Keamanan KIO3 untuk manusia dan hewan tidak sepenuhnya terdokumentasi menurut beberapa otoritas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis tinggi KIO3 melalui rute oral selama 12 minggu terhadap perubahan fungsi kelenjar tiroid, thyroid peroxidase antibody (TPOAb) dan berat badan (BB) tikus jantan wistar hipotiroid. Pengujian dilakukan pada 30 ekor tikus jantan wistar terbagi 5 kelompok. Propiltiourasil (PTU) dosis 54 mg/kgBB/hari melalui rute oral selama 14 hari diberikan pada 4 kelompok untuk menginduksi hipotiroid dan aquades untuk 1 kelompok kontrol. Tiga kelompok tikus hipotiroid diberikan KIO3 dosis 19,8; 39,6 dan 79,2 µgI/hari melalui rute oral selama 12 minggu dan 1 kelompok diberikan aquades 2 ml/hari. Hasil menunjukkan, kadar TSH kelompok KIO3 dosis 39,6 µgI/hari lebih tinggi bermakna dibandingkan dengan kontrol (p<0,05). Kelompok KIO3 dosis 79,2 µgI/hari kadar TSH lebih rendah (p<0,05), kadar FT4 lebih tinggi (p<0,05), dan BB lebih rendah bermakna dibandingkan dengan kontrol (p<0,05). Kadar TPOAb kelompok perlakuan tidak berbeda bermakna dengan kontrol (p>0,05). Potassium iodate (KIO3) dosis 39,6 µgI/hari menginduksi hipotiroid subklinis, hipertiroid disertai penurunan BB ditemukan pada pemberian KIO3 dosis 79,2 µgI/hari melaui rute oral selama 12 minggu pada tikus jantan wistar hipotiroid. Iodat tidak menyebabkan autoimunitas tiroid.