Ida Hayati
Institut Teknologi Kesehatan and Sains Wiyata Husada Samarinda, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Tentang Pertumbuhan Balita dengan Keaktifan Ibu Menimbangkan Anak Ke Posyandu Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Talisayan Siti Faizatul Maghfiroh; Chandra Sulistyorini; Ridha Wahyuni; Ida Hayati
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 5 No. 01 (2023): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v5i01.50

Abstract

Pengetahuan ibu tentang pertumbuhan balita menjadi faktor penting dalam upaya prevensi dan intervensi secara dini terhadap masalah kesehatan dan tumbuh kembang balita. Data global terdapat 7,3% balita gizi buruk; 5,9% balita berat berlebih; dan 21,9% balita pendek atau stunting. Pemantauan pertumbuhan balita bertujuan mengetahui adanya gangguan secara dini melalui aktifitas penimbangan balita dan pengajaran perilaku hidup sehat di Posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang pertumbuhan balita dengan keaktifan ibu menimbang anak ke posyandu di wilayah kerja UPT Puskesmas Talisayan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan pada Oktober hingga Desember 2022. Sampel ditentukan secara Stratified Random Sampling terhadap 201 ibu dengan balita di wilayah kerja UPT Puskesmas Talisayan. Data diperoleh menggunakan instrument kuesioner yang telah dinyatakan valid dan dilakukan analisa bivariat menggunakan uji Fisher Exact Test dengan tingkat signifikasi 0,05. Sebagian besar responden berusia 20-35 tahun (n=145; 72,1 %), sebagian kecil memiliki pendidikan akhir SMA (n=82; 40,8 %), dan hampir seluruhnya adalah Ibu Rumah Tangga (n=159; 79,1 %). Hampir seluruhnya responden memiliki pengatahuan baik tentang pertumbuhan balita (n=155; 77,1 %) dan Sebagian besar responden aktif dalam menimbang balita ke Posyandu minimal 8 kali per tahun (n=137; 68,2 %). Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang pertumbuhan balita dengan keaktifan ibu menimbangkan anak ke Posyandu di wilayah kerja UPT Puskesmas Talisayan (p-value = 0,000; OR = 40,361). Ibu dengan Pengetahuan Baik memiliki peluang 40,361 kali lipat dibandingkan ibu yang memiliki pengetahuan kurang untuk aktif dalam menimbangkan anak balitanya di Posyandu.
Hubungan Paritas dan Usia Kehamilan dengan Tingkat Depresi Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Talisayan Murgiati Murgiati; Ridha Wahyuni; Ida Hayati; Risnawati Risnawati
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 5 No. 01 (2023): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v5i01.51

Abstract

Paritas dan Usia Kehamilan merupakan prediktor utama depresi pada ibu hamil. Depresi menjadi masalah yang kurang diperhatikan bahkan sulit ditemukan datanya secara faktual. Depresi yang terjadi pada ibu hamil merupakan gangguan psikologis dan sosial disertai dengan berbagai tanda gejala. Depresi ibu hamil tidak hanya berdampak pada individu ibu saja, namun juga dapat terjadi pada proses selama kehamilan dan dampak terhadap pada janin yang dilahirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan usia kehamilan dengan tingkat depresi pada ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Talisayan. Penelitian menggunakan metode analytic correlational dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan pada Agustus hingga November 2022. Sampel ditentukan secara purposive sampling terhadap 78 Ibu Hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Talisayan. Data diperoleh dari kuesioner Edinburg Postnatal Depression Scale (EPDS) dan dilakukan analisa bivariat dengan Rank Spearman menggunakan tingkat signifikasi 0,05. Terdapat hubungan yang bermakna antara paritas (Coef Corr -0,602, Sig 0,000) dan usia kehamilan (Coef Corr -0,552, Sig 0,000) dengan tingkat depresi pada ibu hamil. Semakin tinggi paritas dan usia kehamilan ibu di wilayah kerja UPT Puskesmas Talisayan maka akan semakin rendah tingkat depresi yang dialami. Diharapkan kajian depresi pada ibu hamil dapat menjadi upaya preventif pada program kesehatan ibu dan anak.