Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SPLDV MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT TERINTEGRASI PAIKEM AHMAD ALWI; HARTATI RAMLI
PARADIGMA: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol 9 No 1 (2023): PARADIGMA : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora
Publisher : LPPM Universitas Banda Naira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62176/paradigma.v9i1.222

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui Perbedaan Hasil Belajar Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) menggunakan Model Pembelajaran Konvensional dan Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Terintegrasi PAIKEM pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Ambon. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang membandingkan dua kelas dengan menggunakan model pembelajaran konvensional dengan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Terintegrasi PAIKEM sebagai subjek dan hasil belajar siswa materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel sebagai objek dalam penelitian ini. Data tentang penguasaan siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) diperoleh dengan tes hasil belajar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Terintegrasi PAIKEM sebagai kelas eksperimen telah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Keberhasilan tersebut terlihat dari meningkatnya nilai perolehan siswa pada hasil tes akhir yang menunjukan bahwa pada kelas eksperimen terdapat 7 siswa mendapat nilai A (angka, 88,25-100) dan hanya terdapat 1 siswa yang mendapat nilai A pada kelas kontrol (kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional), begitu juga dengan mean yang sangat berbeda dari kedua kelas yaitu 38,83 (kelas eksperimen) dan 31,10 (kelas kontrol). Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual dapat meningkatkan ketrampilan berpikir siswa mengembangkan kemandirian dan membina tanggung jawab siswa, serta dapat memotivasi siswa untuk belajar.
TRANSFORMASI FORMALISME DARI PERMAINAN SIMBOL KE LITERASI MATEMATIKA SOSIOKULTURAL: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Irmayanti; Ahmad Alwi; Abdul Rahman
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/7r636425

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis temuan-temuan ilmiah mengenai bagaimana transformasi formalisme permainan simbol matematika dapat mendukung pengembangan literasi matematika sosiokultural. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review dengan mengikuti pedoman PRISMA Statement. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus dan Web of Science terhadap artikel berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada periode 2018–2025. Dari 178 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 18 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan analisis tematik melalui proses open coding, kategorisasi, dan sintesis tema. Artikel yang dianalisis mencakup penelitian kualitatif, eksperimen pendidikan, dan studi mixed-method dalam konteks pembelajaran matematika. Hasil Penelitian: Hasil kajian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, permainan simbol matematika dalam sebagian besar studi masih merepresentasikan formalisme prosedural yang berorientasi pada manipulasi simbol. Kedua, transformasi makna simbol menuju literasi sosiokultural difasilitasi melalui strategi cultural probing, semiotic layering, dan collaborative scaffolding. Ketiga, beberapa studi melaporkan evidensi peningkatan kemampuan rekonseptualisasi masalah kontekstual, komunikasi matematis multirepresentasi, serta keterkaitan konsep matematika dengan praktik sosial-budaya siswa. Kontribusi: Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi matematika sosiokultural memerlukan desain permainan simbol yang secara eksplisit memediasi transformasi simbol dari bentuk formal menuju makna kontekstual. Keterbatasan studi ini terletak pada jumlah artikel yang relatif terbatas serta fokus pada publikasi berbahasa Inggris dalam dua basis data utama.