Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Nilai Keislaman dalam Cerita Wayang Kulit dengan Lakon Babad Alas Wanamarta di Kabupaten Karanganyar Pepsi Febriyanti; Rochmat Budi Santoso
Jurnal Keislaman Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Keislaman
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54298/jk.v6i1.3681

Abstract

The purpose of this article is to show that wayang kulit is a vehicle for the spread of Islam in the land of Java and to show the Islamic values ​​contained in the story of wayang kulit with the Lakon Babat Alas Wanamarta. The researcher has two problem formulations, why wayang kulit is used as a vehicle for the spread of Islam in Java and what Islamic values ​​are contained in the wayang kulit story with the Lakon Babat Alas Wanamarta. This study used a descriptive qualitative method with data collection techniques through documentation and interviews. Documentation is done by viewing video recordings of wayang performances. Interviews were conducted with the puppeteers who often perform wayang performances. The result of this study is that wayang kulit became a medium for spreading Islam by Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga spread Islam through a cultural approach. Wayang kulit was chosen because at that time wayang kulit was something that was popular. So that the spread of Islam through wayang kulit is easily accepted by the community by being associated with the play in each wayang story. In this Lakon, one of them is the Lakon Babat Alas Wanamarta which contains Islamic values, such as ridho, istiqomah, and tawakal.
PERAN GURU PENGGERAK DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA: MENYEMAI INOVASI PENDIDIKAN DI INDONESIA Endang Sri Suyamti; Rochmat Budi Santoso; Pepsi Febriyanti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru penggerak dalam implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Negeri 3 Sukoharjo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dan observasi terhadap guru penggerak yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru penggerak sangat signifikan dalam beberapa aspek, sejalan dengan moto guru penggerak yaitu tergerak, bergerak dan menggerakkan. Guru penggerak berperan sebagai pemimpin pembelajaran, praktisi komunitas, coach bagi guru yang lain, mampu berkolaborasi antar guru, serta mendorong peningkatan kemandirian dan kepemimpinan peserta didik di sekolah. Hasil penelitian ini memberikan gambaran yang jelas tentang pentingnya peran guru penggerak di sekolah dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi pemangku kebijakan di sekolah agar dapat mengembangkan strategi yang efektif dalam mengembangkan guru penggerak agar dapat menjalankan perannya sesuai slogan guru penggerak itu sendiri, yaitu “Tergerak, Bergerak dan Menggerakkan”. Dengan dukungan dan kerjasama yang sinergis dari semua pihak di lingkungan sekolah, guru penggerak dapat menciptakan perubahan positif agar lebih inovatif dalam mengembangkan potensi yang dimiliki guru maupun peserta didik secara maksimal pada dunia pendidikan.
PERSEPSI GURU TERHADAP PLATFORM MERDEKA MENGAJAR : MERESPON TRANSFORMASI PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Nur Indah Istiqomah; Rochmad Budi Santosa; Pepsi Febriyanti
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i2.2442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana para guru memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai media untuk mendukung para guru dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Penelitian ini menggunakan Metode mix method, yaitu menggunakan kombinasi penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dan pendekatan kuantitatif dengan metodologi deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang telah divalidasi oleh para ahli dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru menggunakan Platform Merdeka Mengajar (PMM) secara teratur untuk berbagai alasan yang berbeda. Kebanyakan guru percaya bahwa PMM relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Para guru sangat tertarik pada keragaman materi pengajaran dan kemudahan akses pada PMM. PMM dianggap sebagai alat yang efektif dan relevan dalam pendidikan saat ini. Para responden menganggap PMM sangat membantu dalam transformasi pendidikan di era digital. Saran dan masukan guru tentang PMM sangat beragam terkait konten, pelatihan, dan aksesibilitas platform.