Puti Archianti Widiasih
Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komitmen afektif sebagai moderator antara keseimbangan kehidupan-kerja dan intensi turnover karyawan perusahaan sektor pembiayaan PT. XYZ Anisa Hasna Tsabitah; Puti Archianti Widiasih
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol 6, No 1 (2024): Mei
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v6i1.28223

Abstract

Fenomena turnover karyawan merupakan masalah yang masih sering dihadapi perusahaan, hal ini tentunya mempengaruhi kelancaran dan keberlangsungan perusahaan, bahkan dapat mengalami kerugian. Keputusan untuk melakukan turnover muncul karena dipicu oleh pemikiran untuk berhenti bekerja, yang mengarah pada keinginan mencari pekerjaan baru, dan keinginan untuk berhenti dari pekerjaan saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran komitmen afektif sebagai moderator antara hubungan keseimbangan kehidupan-kerja dan intensi turnover karyawan PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan insidental sampling. Responden berjumlah 165 orang karyawan perusahaan sektor pembiayaan di PT. XYZ. Pengambilan data menggunakan affective commitment scale, skala work–family balance, dan Turnover Intention Scale (TIS). Data dianalisis menggunakan uji Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil uji analisis MRA variabel keseimbangan kehidupan kerja terhadap intensi turnover yang dimoderatori komitmen afektif menunjukkan perolehan sebesar 0,025 (p<0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa komitmen afektif dapat menjadi variabel moderator yang menguatkan hubungan keseimbangan kehidupan-kerja dengan intensi turnover. Semakin tinggi karyawan memiliki komitmen afektif maka akan semakin tinggi pula keseimbangan kehidupan-kerja yang dimiliki sehingga karyawan akan lebih bertahan pada pekerjaannya dan memiliki intensi turnover yang rendah.
Navigating Spousal Support and Work–Family Conflict: A Qualitative Dyadic Study of Female Entrepreneurs and Their Spouses Puti Archianti Widiasih; Alvin Eryandra; Isra Mega Oktavia
Bulletin of Social Studies and Community Development Vol 5, No 4 (2026): Bulletin of Social Studies and Community Development
Publisher : Institute of Multidisciplinary Research and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61436/bsscd/v5i4.pp448-470

Abstract

This study explores work–family conflict crossover and the meaning of spousal support among female entrepreneurs and their husbands as dyadic units. A qualitative exploratory design was employed involving six married couples, comprising six female entrepreneurs and their husbands. Data were collected through separate semi-structured interviews with each spouse, followed by joint confirmation sessions. Reflexive thematic analysis and a dyadic framework method were used to compare individual and within-couple narratives. Four themes were identified: work–family conflict evolved from women’s individual burdens into shared experiences, spousal support functioned as both a resource and a constraint on business growth, dyadic coping involved role redistribution, emotional regulation, communication, and boundary management, and entrepreneurial success was negotiated through shared family values. Spousal support varied along a continuum comprising facilitative, adaptive, authority-centered, and restrictive patterns, reflecting differences in needs alignment, decision-making authority, and entrepreneurial autonomy. Work–family conflict, spousal support, and entrepreneurial success should be understood as relational processes that couples continuously negotiate. The findings extend the spillover–crossover perspective by identifying spousal support as a relational continuum that can simultaneously facilitate entrepreneurial activity and constrain professional autonomy. Keywords: Female entrepreneurs, Work–family conflict, Spousal support, Crossover, Dyadic analysis.