Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK RUMAH TANGGA BERBASIS ECO-ENZYME DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KORPRI JAYA, SUKARAME, BANDAR LAMPUNG Rochmah Agustrina; Eti Ernawiati; Gina Dania Pratami; Dzul Fithria Mumtazah
BUGUH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Badan Pelaksana Kuliah Kerja Nyata Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/buguh.v3n1.1244

Abstract

Sampah rumah tangga sering menjadi masalah di lingkungan terutama bila pengelolaannya tidak memadai sehingga menumpuk dan   menyebabkan pencemaran dan menurunkan kebersihan serta kesehatan lingkungan. Penumpukan sampah di TPA juga membuat tidak ekonomis dalam hal biaya transportasi, padahal sampah ini dapat dipilah dan diolah karena masih memiliki nilai ekonomis yang tinggi, salah satunya dengan mengubahnya menjadi eco-enzyme. Eco-enzyme adalah ekstrak cairan hasil fermentasi limbah sayuran dan buah-buahan pasar maupun rumah tangga dengan substrat gula merah atau molase. Eco-enzyme dapat dimanfaatkan sebagai: pembersih lantai, sangat efektif untuk membersihkan lantai rumah, disinfektan, dapat digunakan sebagai antibakteri di bak mandi, insektisida, digunakan untuk membasmi serangga, dan cairan pembersih selokan, terutama selokan kecil sebagai saluran pembuangan air kotor.   Produk eco-enzyme dapat dikomersialisasi, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Pengabdian bertujuan untuk memberikan edukasi bagi ibu ibu PKK Kelurahan Korpri Jaya Kecamatan Sukarame Bandar Lampung dalam mengolah limbah  organik  rumah  tangga  menjadi  eco-enzyme  sebagai  salah  satu langkah dalam mengatasi masalah lingkungan.
POTENSI ISOLAT Bacillus thuringiensis TERHADAP PERBAIKAN HISTOPATOLOGI JARINGAN KULIT MENCIT (Mus musculus L., 1758) YANG DIINFEKSI BAKTERI Pseudomonas aeruginosa MULTI DRUG RESISTANCE Kusuma Handayani; Dzul Fithria Mumtazah; Adelina Putri Ndola Mari; Gina Dania Pratami
Berita Biologi Vol 25 No 2 (2026): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2026.13641

Abstract

Bakteri multi drug resistance menyebabkan lamanya proses penyembuhan luka dan membentuk nanah (pus) pada kulit. Bakteri P.aeruginosa merupakan salah satu bakteri multi drug resistance yang menginfeksi luka. Pertumbuhan bakteri multi drug resistance dapat dihambat dengan menggunakan obat antibiotik. Antibiotik umumnya berasal dari bahan sintetik, akan tetapi penggunaan antibiotik alami dapat mengurangi resiko pengembangan strain resistensi antibiotik. Agen pengendali hayati seperti Bakteri Bacillus thuringiensis memiliki kemampuan menghasilkan bakteriosin yang disebut thuricin yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri P. aeruginosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian salep B. thuringiensis terhadap proses perbaikan histopatologi jaringan kulit mencit, serta untuk mengetahui konsentrasi pemberian salep B. thuringiensis yang efektif dalam menyembuhkan luka sayat pada mencit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan strain bakteri B. thuringiensis kode Bt3. Pada penelitian ini luka sayat diinfeksikan terlebih dahulu dengan bakteri P. aeruginosa. Terdapat 5 perlakuan yang digunakan yaitu pemberian salep Bt3 konsentrasi 5%, salep Bt3 konsentrasi 10%, serta 3 kontrol yaitu kontrol positif luka dengan salep aminoglikosida (gentamicin sulfate 0.1%), kontrol negatif (luka tanpa pemberian salep), dan kontrol normal (luka tanpa perlakuan). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, pemberian salep dilakukan secara topikal sebanyak 2x sehari selama 13 hari. Pengamatan dilakukan selama 14 hari setelah dilakukan pembuatan luka sayat. Parameter yang diamati yaitu kepadatan kolagen, perubahan warna luka, pembengkakan luka, dan persentase penyembuhan luka. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan One- Way ANOVA serta uji lanjut dengan Post Hoc Tukey HSD pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian salep Bt3 berpotensi dalam membantu proses perbaikan histopatologi luka sayat kulit mencit yang diinfeksikan bakteri P.aeruginosa berdasarkan parameter kepadatan kolagen, perubahan warna luka, dan persentase penyembuhan luka. Konsentrasi 5% merupakan konsentrasi yang paling efektif dalam menyembuhkan luka sayat kulit mencit yang diinfeksikan bakteri P. aeruginosa multi drug resistance.