Christian Rondonuwu, Christian
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KAJIAN YURIDIS PEMBUKAAN LAHAN HIJAU DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP Rondonuwu, Christian
LEX PRIVATUM Vol 4, No 6 (2016): Lex Privatum
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup terhadap pembukaan lahan hijau berdasarkan pasal 69 Undang-Undang no 32 tahun 2009 dan bagaimana dampak perizinan pembukaan lahan dengan cara membakar menurut pasal 69 ayat 2 Undang-Undang nomor 32 tahun 2009?. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif disimpulkan: 1. Pembukaan lahan dengan cara membakar lahan merupakan pembukaan lahan yang di izinkan oleh negara seperti terdapat dalam Pasal 69 Ayat 2 Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, tetapi pembukaan lahan dengan cara ini sangat beresiko karena dapat menyebabkan pencemaran dan perusakan lingkungan hidup. Pembukaan lahan dengan cara peracunan dan penyemprotan zat kimia beracun atau B3 merupakan pembukaan lahan yang secara tidak langsung dilarang undang-undang nomor 32 tahun 2009 karena pembukaan lahan dengan menggunakan B3 berakibat pencemaran dan perusakan lingkungan. 2. Otoritas Pemerintah dalam rangka perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah menerapkan izin lingkungan atau environmental licence, izin dalam arti luas adalah perizinan ialah suatu persetujuan dari penguasa berdasarkan undang-undang atau peraturan pemerintah, izin hanya merupakan otoritas dan monopoli pemerintah tidak ada lembaga lain diluar pemerintah yang bias memberikan izin pengelolaan lingkungan, Pemberian izin pembukaan lahan dengan cara membakar berdampak signifikan terhadap kehidupan social, budaya dan ekonomi diantaranya meliputi: terganggunya aktivitas sehari-hari, menurunnya produktivitas, hilangnya sejumlah mata pencaharian masyarakat, meningkatnya hama, terganggunya kesehatan, tersedotnya anggaran negara, dan menurunnya devisa Negara. Kebakaran lahan juga berdampak langsung terhadap ekologi dan kerusakan lingkungan yang diantaranya adalah: hilangnya sejumlah spesies, erosi, alih fungsi hutan, penurunan kualitas air, pemanasan global, sendimentasi sungai, dan meningkatnya bencana alam. Kata kunci: Pembukaan, lahan, hijau.
FORMULASI TABLET HISAP SERBUK BUAH MANGGA DODOL (Mangifera indica L) dengan MENGGUNAKAN METODE GRANULASI BASAH Rondonuwu, Christian
PHARMACON Vol 6, No 4 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.17726

Abstract

FORMULASI TABLET HISAP SERBUK BUAH MANGGA DODOL (Mangifera indica L) dengan MENGGUNAKAN METODE GRANULASI BASAH Christian Rondonuwu1) Gayatri Citraningtyas1), Sri Sudewi1)1) Program Studi Farmasi Fakultas MIPA UNSRAT Manado, 95115 ABSTRACT One of the fruitthat contains vitamin C is the mango fruit (Mangiferaindica L.). This study aims to create and to test the dosage formulation of powdered mango lozengeby wet granulation method. Tests were done against mango fruit powders lozenge include uniformity of weight, hardness, friability and a solubility time of the tablet. The test results showed that the weight uniformity of formulation 1 and formulation 2 of mango powder lozenge is met the tablets requirements. In the test of mango powdered lozenge formulation 1 showed the value of soluble time was 10 minutes 38 seconds, and the friability of 0.43% while the formulation 2 showed the soluble time 8 minutes 34 seconds, and the friability 0.15 %. This indicates that the hardness oflozenges of mango fruit extract did not met the requirements of Indonesian Pharmacopoeia. Keywords: Lozenge, wet granulation,mango, Mangiferaindica L ABSTRAKSalah satu jenis buah yang banyak mengandung vitamin C yaitu buah mangga (Mangifera Indica). Penelitian ini betujuan untuk membuat dan menguji formulasi sediaan tablet hisap dari serbuk buah mangga dodol dengan metode granulasi basah. Pengujian yang di lakukan pada tablet hisap serbuk buah mangga dodol meliputi keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan dan waktu larut tablet. Hasil pengujian menunjukan bahwa keseragaman bobot formulasi 1 dan formulasi 2 tablet hisap serbuk buah mangga dodol sudah memenuhi persyaratan tablet. Pada pengujian tablet hisap serbuk buah mangga dodol formulasi 1 menunjukan nilai waktu larut 10 menit 38 detik, dan kerapuhan 0,43%  sedangkan pada formulasi 2 mununjukan waktu larut 8 menit 34 detik, kekerasan 0 Kp, dan kerapuhan 0,15%. Hal ini menandakan bahwa kekerasan tablet hisap ekstrak buah mangga dodol belum memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia.Kata kunci : Tablet Hisap, Mangga Dodol, Granulasi BasahÂ