Achmad Yusri Rachmani Diartoputro
Kanujoso Djatiwibowo Hospital, Balikpapan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perikardiosentesis Ekokardiografi pada Tamponade Jantung dan Suspek Hipertensi Pulmonal: Langkah-Langkah Prosedur dan Komplikasinya Gabrielle Alexander Kartawan; Achmad Yusri Rachmani Diartoputro
Cermin Dunia Kedokteran Vol 50 No 3 (2023): Kardiologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v50i3.663

Abstract

Tamponade jantung merupakan kondisi emergensi yang disebabkan oleh peningkatan tekanan intraperikardium karena akumulasi cairan pericardium, sehingga terjadi kompresi ruang-ruang jantung, mengakibatkan curah jantung menurun. Terapi definitif tamponade jantung adalah perikardiosentesis, dapat dilakukan dengan bantuan ekokardiografi. Keberhasilan perikardiosentesis ekokardiografi mencapai >95%, namun juga memiliki risiko tinggi hingga beberapa komplikasi. Kasus seorang perempuan 17 tahun dengan SLE dan tamponade jantung datang dengan instabilitas hemodinamik. Perikardiosentesis ekokardiografi berhasil dilakukan. Laporan ini disertai langkah-langkah prosedur perikardiosentesis ekokardiografi dan pembahasan komorbiditas hipertensi pulmonal dan komplikasinya. Cardiac tamponade is an emergency condition caused by intrapericardial pressure increase due to pericardial fluid accumulationresulting in compressed cardiac chambers and reduced cardiac output. Definitive therapy is pericardiocentesis, which could be done with the guidance of echocardiography. Echocardiography-guided pericardiocentesis procedure has a>95% success rate, but it carries some potential high risks and several complications. The case is a 17-year-old SLE female patient presenting with cardiac tamponade and hemodynamic instability. Echocardiography-guided pericardiocentesis was successfully done. This case report is supplemented by a step-by-step procedure and discussion on possible pulmonary hypertension comorbidities and their complications.
Perikardiosentesis Ekokardiografi pada Tamponade Jantung dan Suspek Hipertensi Pulmonal: Langkah-Langkah Prosedur dan Komplikasinya Gabrielle Alexander Kartawan; Achmad Yusri Rachmani Diartoputro
Cermin Dunia Kedokteran Vol 50 No 3 (2023): Kardiologi
Publisher : PT Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v50i3.663

Abstract

Tamponade jantung merupakan kondisi emergensi yang disebabkan oleh peningkatan tekanan intraperikardium karena akumulasi cairan pericardium, sehingga terjadi kompresi ruang-ruang jantung, mengakibatkan curah jantung menurun. Terapi definitif tamponade jantung adalah perikardiosentesis, dapat dilakukan dengan bantuan ekokardiografi. Keberhasilan perikardiosentesis ekokardiografi mencapai >95%, namun juga memiliki risiko tinggi hingga beberapa komplikasi. Kasus seorang perempuan 17 tahun dengan SLE dan tamponade jantung datang dengan instabilitas hemodinamik. Perikardiosentesis ekokardiografi berhasil dilakukan. Laporan ini disertai langkah-langkah prosedur perikardiosentesis ekokardiografi dan pembahasan komorbiditas hipertensi pulmonal dan komplikasinya. Cardiac tamponade is an emergency condition caused by intrapericardial pressure increase due to pericardial fluid accumulationresulting in compressed cardiac chambers and reduced cardiac output. Definitive therapy is pericardiocentesis, which could be done with the guidance of echocardiography. Echocardiography-guided pericardiocentesis procedure has a>95% success rate, but it carries some potential high risks and several complications. The case is a 17-year-old SLE female patient presenting with cardiac tamponade and hemodynamic instability. Echocardiography-guided pericardiocentesis was successfully done. This case report is supplemented by a step-by-step procedure and discussion on possible pulmonary hypertension comorbidities and their complications.