Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perhitungan Kebutuhan Air Baku dan Rekomendasi Pengolahan Air Rusunawa UNTAN Mochammmad Meddy Danial; Dian Rahayu Djati; Asep Supriyadi; R. M. Rustamadji
Jurnal Pengabdi Vol 6, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jplp2km.v6i2.72115

Abstract

Rumah susun sederhana (rusunawa) merupakan salah satu aset yang bisa menjadi sumber pemasukan dana (income generating) bagi universitas Tanjungpura (UNTAN). Salah satu potensi aset rusunawa yang belum dikembangkan untuk meningkatkan sumber pemasukan adalah pemanfaatan air sungai dan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lingkungan rusunawa UNTAN. Selain itu, air bersih tersebut bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi air siap minum dengan menggunakan teknologi membran reverse osmosis (RO). Tujuan PKM ini untuk menghitung kebutuhan air bersih Rusunawa, menguji kualitas air sungai dan air tandon hujan, serta menentukan desain dan kapasitas pengolahan air yang diperlukan berbasis membran RO. Hasil uji kualitas air menunjukkan, nila TDS, PH, dan Mn memenuhi syarat baku mutu menurut Permenkes no 2/2023. Sedangkan nilai Fe dan BakteriE. Coli belum memenuhi syarat. Untuk itu, desain yang digunakan dalam pengolahan air rusunawa UNTAN adalah menggunakan multi tray aerator, proses filtrasi, dan membran reverse osmosis jenis brackish water dan seawater, dengan dilengkapi oleh sinar ultraviolet dan dua pompa tekanan tinggi yang dipasang seri. Hasil dari pengolahan dengan membran RO menunjukkan air yang dihasilkan tidak mengandung bakteri E. Coli, sehingga layak untuk dikonsumsi. Kata Kunci: Rusunawa Untan, pemanfaatan air sungai dan air hujan, reverse osmosis, bisnis air minum 
Identifikasi Besar Nilai Erosi Pada Sub DAS Kakap Menggunakan Metode USLE (Universa Soil Los Equation) Riyan Agung Saputra Praja; Jesisca Meirany; Asep Supriyadi
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 9, No 4 (2022): JeLAST Desember 2022
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v9i4.60532

Abstract

Sub DAS Kakap memiliki lahan terbangun berupa permukiman, pertanian, dan perkebunan yang membuat fungsi Sub DAS menjadi rentan rusak dan mengalami erosi. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya erosi adalah dengan memprediksi nilai dan tingkatibahayaierosiidenganimodeliUSLEi(Universali SoiliLossiEquation) berbasisiSistemi InformasiiGeografis.iPengumpulan data dilakukan melalui survei lapangan dan permintaan data ke instansi. Hasil penelitian menunjukkan nilai dan tingkatibahayaierosiipadaatiapisatuanilahan: 1) satuan lahan P-I sebesar 74,109676 ton/ha/thn dengan tingkat erosi sedang; 2) satuan lahan KR-A sebesar 59,9604 ton/ha/thn dengan tingkat erosi ringan; 3) satuan lahan PD-I sebesar 74,102784 ton/ha/thn dengan tingkat erosi sedang; dan 4) satuan lahan KR-I sebesar 7,41096 ton/ha/thn dengan tingkat erosi sangat ringan. Bentukiupayaipencegahaniyangidilakukaniadalahisecaraa vegetatifidenganitetapimempertahankanivegetasiiyangiadaitetapiiditambahitanamaniyangimampuimenahanierosi, dengan teknik pertanaman sela di satuan lahan PD-I dan P-I, teknik pertanaman lorong dan kebun campuran di satuan lahan KR-A, dan teknik pertanaman pagar hidup di satuan lahan KR-I.