Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Religiusitas dalam Membangun Motivasi pada Generasi Z Elza Sabillah
Gunung Djati Conference Series Vol. 19 (2023): The 4th Conference on Islamic and Socio-Cultural Studies (CISS)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.152 KB)

Abstract

Religiosity is a human belief in something. Religiosity regulates all aspects of human life. One of them is how humans explore their potential and actualize it so as to achieve a personal branding. The two potentials that exist in humans are good and bad. This good potential raises motivation to be achieved in the corridors of goodness that have been regulated by religion. This study aims to discuss the role of religion in building motivation in Gen Z. This research also uses a qualitative approach by applying a descriptive-analytical method. Data collection techniques were carried out through library research. Data analysis techniques are taken through the stages of inventory, classification, and interpretation. So that we get a meeting point that there is a religious role in building the motivation of generation Z where religiosity directs more how to reach the potential with the potential for goodness that is possessed. To achieve this potential must be driven by motivation. because meeting the needs and self-actualization need motivation.
Peran Self-Confidence dalam Penggunaan Media Sosial pada Generasi Z Elza Sabillah
Gunung Djati Conference Series Vol. 31 (2023): The 4th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini membahas mengenai pentingnya peran self-confidence dalam penggunan media sosial pada generasi Z. Menurut Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat kasus bullying Anak di 2023 Capai 2.325, Kekerasan Seksual 6.316 dalam periode Januari hingga Agustus 2023 salah satu faktornya ialah pengaruh penggunaan media sosial. Setiap orang yang bermain media sosial harus memiliki self-confidence yang baik dan self-esteem yang tinggi agar mempengaruhi diri seseorang untuk berperilaku sesuai dengan norma dan adab yang ada serta menghindari peredaran hoax serta sikap impulsif akibat trand yang terjadi di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode deskriptif-analitis. Penelitian ini menemukan bahwa self-confidence sebagai tombak awal dalam penggunaan media sosial karena jika bermain media sosial tanpa menggunakan adanya self-confidence akan berdampak pada kesehatan mental
Pemenuhan Hierarki Kebutuhan Maslow sebagai Motivasi Menikah Muda pada Generasi Z Elza Sabillah; Hidayatul Fikra
Gunung Djati Conference Series Vol. 41 (2024): The 6th Conference Series Learning Class: Religious Study, Language, and Education
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi menikah muda bagi para generasi Z yang ditinjau dari perspektif teori hierarki of needs Abraham Maslow. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data dengan melakukan wawancara terhadap tiga orang yang bersedia menjadi responden penelitian ini, dengan kriteria: 1) Merupakan generasi Z (kelahiran 1996-2010); 2) Telah menikah di bawah usia 22 tahun. Penelitian ini menemukan bahwa motivasi utama menikah muda pada responden didasari oleh pemenuhan kebutuhan dasar sebagaimana pada hirarki kebutuhan Maslow, yaitu menikah untuk menyempurnakan ibadah sebagai salah satu anjuran agama. Selanjutnya, tiga kebutuhan lainnya terkait kebutuhan akan rasa aman, cinta dan afiliasi, serta kebutuhan akan penghargaan juga menjadi dasar dari penikahan muda yang dilakukan, namun ketiga responden berbeda-beda dalam menyikapi prioritas dari tiga kebutuhan tersebut. Namun untuk mencapai kebutuhan yang kelima terkait aktualisasi diri, hal ini masih belum bisa dijawab secara gamblang oleh para responden, karena upaya untuk mencapai tingkat tersebut tentu ada namun dalam proses dan waktu yang cukup panjang. Ketiga responden menyatakan aktualisasi diri sangat dibutuhkan, namun perlu waktu untuk mencapai sisi terbaik dari diri mereka.