Kawasan Hulu Daerah Aliran Sungai Samin merupakan daerah kritis yang rawan terhadap berbagai bencana alam. Oleh sebab itu, diperlukan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) yang didukung oleh program pembibitan Kebun Bibit Desa (KBD). Dalam mencapai keberhasilan KBD diperlukan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi pada berbagai tahapan pelaksanaan KBD dan merumuskan strategi pengembangan KBD di KTH Wonosari Tani IV Desa Wonorejo, Kabupaten Karanganyar. Metode yang digunakan yaitu survei, kuisioner, dan wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan KBD tergolong dalam kategori rendah untuk tahap perencanaan (36,75%), kategori sedang pada tahap pelaksanaan (57,78%) dan kategori rendah pada tahap evaluasi (37,50 %). Rumusan strategi dalam pengembangan KBD mendatang yaitu (1) membangun pengelolaan kebun pembibitan oleh masyarakat desa sebagai usaha; (2) mendorong peningkatan pemanfaatan lahan pembibitan sesuai dengan jenis bibit yang dibutuhkan dan diminati masyarakat; (3) meningkatkan kapasitas SDM (4); melakukan pembentukan dan penguatan kelembagaan kelompok tani dan kelembagaan desa dalam pembibitan (5); peningkatan penanaman jenis bibit dan jumlah bibit yang diminati masyarakat secara intensif; (6) meningkatkan kualitas bibit dan pemeliharaan tanaman secara intensif untuk keberhasilan panen yang tinggi; (7) melakukan kerjasama dengan pemerintah, masyarakat dan lembaga lainnya untuk memaksimalkan hasil dari kegiatan pembibitan; (8) melakukan kerjasama dengan pemerintah, masyarakat dan lembaga lainnya untuk memaksimalkan hasil dari kegiatan pembibitan