Fathurrahman Fathur
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor Resiko ISPA pada Balita Nurhayati Yati; Fathurrahman Fathur
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol 1 No 2 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.257 KB) | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i2.51

Abstract

Latar Belakang : ISPA merupakan salah satu penyebab kematian utama anak usia di bawah lima tahun (balita) di dunia. Tingginya kejadian penyakit ISPA berhubungan erat dengan kekurangan gizi karena penurunan daya tahan tubuh. Tujuan : mengetahui hubungan status gizi, tingkat asupan protein, pemberian ASI, dan status imunisasi terhadap kejadian ISPA. Metode : Jenis penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan case control. Populasinya adalah balita umur 6-59 bulan terdiagnosis ISPA yang datang ke Puskesmas Martapura II Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar dengan jumlah sampel 49 orang untuk kasus (ISPA) serta menggunakan teknik accidental sampling dan proporsi yang sama untuk jumlah sampel kontrol (tidak ISPA) menggunakan teknik purposive sampling dengan rasio 1:1. Data status gizi dikumpulkan dengan melakukan wawancara dan penimbangan berat badan, data tingkat konsumsi protein dengan cara wawancara recall 1x24 jam selama 2 hari, data pemberian ASI dengan cara wawancara kepada responden dan data imunisasi dikumpulkan dengan cara melihat catatan imunisasi pada buku KIA. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukan yaitu, kelompok balita ISPA 71,4% status gizinya kurang, 51,0% tingkat konsumsi proteinnya defisit, 91,8% pemberian ASI yang kurang baik, dan 59,2% status imunisasinya tidak diberikan sesuai umur, sedangkan untuk kelompok balita tidak ISPA 95,9% status gizinya baik, 85,7% tingkat konsumsi proteinnya baik, 73,5% pemberian ASI yang baik dan 85,7% status imunisasinya telah diberikan sesuai umur. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara status gizi, tingkat konsumsi protein, pemberian ASI dan imunisasi dengan kejadian ISPA pada balita. Saran : Diharapkan ibu memberikan makanan yang lebih bervariatif jenisnya dan menambah porsi lauk sebanyak 1 ½ potong sedang atau 75 gram lauk hewani. Kata kunci : ISPA, Status Gizi, Tingkat Konsumsi Protein, Pemberian ASI, Status Imunisasi
ASUPAN KALSIUM DAN MAGNESIUM SERTA AKFITITAS FISIK BERHUBUNGAN DENGAN DISMENORE PADA REMAJA Syarifah Sofia; Fathurrahman Fathur
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol 2 No 1 (2019): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.404 KB) | DOI: 10.31964/jr-panzi.v2i1.54

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri haid yang dialami remaja saat menstruasi. Dismenore ini menggangu setidaknya 50% wanita masa reproduksi dan 60-75% pada usia remaja, yang menggangu aktifitas fisik atau olahraga remaja. Apabila asupan makanan baik dan teratur dengan asupan gizi yang memadai, remaja dapat mencegah terjadinya dismenore. Aktifitas fisik atau olahraga yang ringan sangat dianjurkan untuk mengurangi dismenore. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan kalsium, magnesium dan aktifitas fisik denga dismenore pada siswi di SMK Negeri 1 Martapura. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Populasi penelitian adalah semua siswi kelas X dan XI SMK Negeri 1 Martapura sebanyak 633 orang. Sampel diambil sebanyak 87 orang dengan teknik random sampling secaraproposional. Pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner, formulir Semiquantitative Food Frequency (SFFQ), serta kuesioner durasi dan frekuensi olahraga. Hasil : Asupan kalsium dan magnesium responden terbanyak adalah masuk kategori kurang yaitu 83,9% dan 82,8% serta untuk aktifitas fisik terbanyak adalah masuk kategori tidak baik yaitu (90,8%). Dari hasil penelitian diperoleh adanya hubungan antara asupan kalsium dengan dismenore pada siswi SMK Negeri 1 Martapura; adanya hubungan antara asupan magnesium dengan dismenore; adanya hubungan aktifitas fisik dengan dismenore. Saran : Pada pihak sekolah SMK Negeri 1 Martapura agar melakukan program penyuluhan mengenai dismenore dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya dismenore.
ASUPAN KALSIUM DAN MAGNESIUM SERTA AKFITITAS FISIK BERHUBUNGAN DENGAN DISMENORE PADA REMAJA: Studi di SMK Negeri 1 Martapura Kalimantan Selatan Syarifah Sofia; Fathurrahman Fathur
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v2i1.54

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri haid yang dialami remaja saat menstruasi. Dismenore ini menggangu setidaknya 50% wanita masa reproduksi dan 60-75% pada usia remaja, yang menggangu aktifitas fisik atau olahraga remaja. Apabila asupan makanan baik dan teratur dengan asupan gizi yang memadai, remaja dapat mencegah terjadinya dismenore. Aktifitas fisik atau olahraga yang ringan sangat dianjurkan untuk mengurangi dismenore. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan kalsium, magnesium dan aktifitas fisik denga dismenore pada siswi di SMK Negeri 1 Martapura. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Populasi penelitian adalah semua siswi kelas X dan XI SMK Negeri 1 Martapura sebanyak 633 orang. Sampel diambil sebanyak 87 orang dengan teknik random sampling secaraproposional. Pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner, formulir Semiquantitative Food Frequency (SFFQ), serta kuesioner durasi dan frekuensi olahraga. Hasil : Asupan kalsium dan magnesium responden terbanyak adalah masuk kategori kurang yaitu 83,9% dan 82,8% serta untuk aktifitas fisik terbanyak adalah masuk kategori tidak baik yaitu (90,8%). Dari hasil penelitian diperoleh adanya hubungan antara asupan kalsium dengan dismenore pada siswi SMK Negeri 1 Martapura; adanya hubungan antara asupan magnesium dengan dismenore; adanya hubungan aktifitas fisik dengan dismenore. Saran : Pada pihak sekolah SMK Negeri 1 Martapura agar melakukan program penyuluhan mengenai dismenore dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya dismenore.