Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GERAKAN LITERASI BERBASIS KEBUTUHAN MASYARAKAT INDONESIA Winarni Winarni
Jurnal Citra Vol 6, No 1 (2020): JURNAL ILMU KOMUNIKASI CITRA
Publisher : Universitas Jayabaaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.167 KB) | DOI: 10.31479/jcn.v6i1.77

Abstract

Literasi dari Central Connecticut State University (World Most Literate Nations Ranked) menempatkan Indonesia pada posisi ke-60 dari 61 negara-negara dunia.. Pemeringkatan Literasi Indonesia berada di bawah Jepang (peringkat ke-32), Malaysia (peringkat ke-53) dan Thailand (peringkat ke- 59). Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat Indonesia adalah budaya Literasi sangat rendah. Standar dari UNESCO, waktu membaca 4-6 jam sehari. Negara maju budaya membaca 6-8 jam sehari. Sedangkan Indonesia 2-4 jam sehari. Hal ini diakibatkan oleh adanya kebiasaan masyarakat Indonesia lebih mengutamakan budaya komunikasi lisan. Ada banyak cara untuk membudayakan Literasi atau budaya gemar baca. Di antaranya adalah kebijakan pemerintah mewajibkan siswa membaca 15 menit setiap hari sebelum pelajaran di sekolah. Mengajak masyarakat untuk memanfaatkann media tradisional seperti surat kabar, majalah, tabloid, radio film, televise, dll. Di samping media modern, seperti media social.