Penelitian ini mencoba menganalisis ekonomi rumahtangga petani sayuran di Kabupaten Kampar. Penelitian ini menggunakan metode ekonometrik dengan metode Two Stage Least Square (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, produksi sayuran terkait oleh total alokasi waktu kerja dalam usahatani. Kedua, alokasi waktu kerja dalam usahatani dan penggunaan tenaga kerja rumahtangga tidak merespon terhadap pendapatan dalam usahatani dan alokasi waktu kerja luar usahatani. Alokasi waktu kerja luar usahatani tidak responsif terhadap pendapatan dari luar usahatani, alokasi waktu kerja dalam usahatani, dan angkatan kerja petani. Ketiga,Pendapatan rumahtangga di luar usahatani tidak responsif terhadap alokasi waktu kerja luar usahatani, pendidikan petani dan umur petani. Keempat, konsumsi pangan dan non pangan tidak responsif terhadap investasi pendidikan petani. Kelima, investasi pendidikan, investasi usahatani, rekreasi , dan tabungan, responsif oleh total pendapatan rumahtangga. Keenam , simulasi peningkatan harga sayur dan penurunan harga pupuk positif terhadap rumahtangga petani sayuran, sedangkan peningkatan upah tenaga kerja dampak negatif terhadap ekonomi rumahtangga petani sayuran. Terakhir,implikasi kebijakan yang dapat diambil pemerintah dalam rangka meningkatkan ekonomi rumahtangga petani sayuran di kabupaten Kampar adalah dengan melakukan pembinaan terhadap petani sayuran di kabupaten Kampar meningkatkan kualitas dan meningkatkan produktivitas yang menghasilkan harga pupuk yang bersaing dan stabil.