Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha agroindustri gula sagu. Analisis ini dilakukan untuk melihat kelayakan usaha agroindustri gula sagu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survei dimana informasi diperoleh langsung dari sampel melalui pertanyaan yang tersedia dalam kuesioner. Penentuan sampel dilakukan dengan metode sensus dimana semua pengrajin gula sagu yang berjumlah enam orang menjadi sampel dalam penelitian. Analisis yang digunakan ialah analisis kelayakan usaha dengan metode R/C Ratio. Hasil analisis diperoleh bahwa apabila pengrajin hanya memproduksi gula sagu cair sebanyak 678,06 l/tahun, maka usaha layak untuk dilakukan karena nilai RCR diperoleh sebesar 1,16. Namun jika usaha hanya memproduksi gula sagu bubuk sebanyak 226,02 kg dalam setahun, maka usaha belum layak untuk dilakukan karena nilai RCR diperoleh sebesar 0,87. Apabila pengrajin memproduksi kombinasi 339,03 l gula sagu cair dan 113,01 kg gula sagu bubuk dalam setahun maka diperoleh RCR sebesar 0,94. Angka ini menunjukkan bahwa usaha ini belum layak untuk dilakukan. Maka usaha agroindustri gula sagu harus melakukan perbaikan dan pengembangan usaha kedepannya.