This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agribisnis
Detri Karya
Program Studi Manajemen Agribisnis, Program Pascasarjana, Universitas Islam Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL PEMASARAN KARET ALAM PETANI SWADAYA DI KABUPATEN KAMPAR: PENDEKATAN STRUKTUR, PERILAKU DAN KINERJA PASAR Detri Karya; Heriyanto; Asrol
Jurnal Agribisnis Vol. 23 No. 2 (2021): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.069 KB) | DOI: 10.31849/agr.v23i2.9209

Abstract

Kabupaten Kampar memberikan kontribusi yang cukup signifikan terhadap perekonomian Provinsi Riau pada sektor pertanian disubsektor perkebunan. Karet merupakan komoditi unggulan yang mempunyai peran penting, baik secara ekonomi, sosial, penyerapan tenaga kerja. Usahatani karet dikelola rumahtangga secara swadaya. Aspek pemasaran karet swadaya merupakan hal penting dalam mendukung peningkatan pendapatan petani karet. Penelitian ini bertujuan menganalisis Model Pemasaran Karet: Pendekatan Struktur, Perilaku dan Kinerja Pasar. Tujuan spesifiknya yakni: (1) mengidentifikasikan saluran pemasaran; (2) mengetahui struktur pasar; (3) mengetahui perilaku pasar; dan (4) mengetahui penampilan pasar. Penentuan sampel petani sebanyk 60 orang dilakukan secara multy stage purposive sampling berdasarkan jaraknya terhadap pabrik. Sampel pedagang karet menggunakan metode snowball sampling. Analisis pemasaran karet secara deskriptif dan kuantitatif melalui pendekatan (1) market share, konsentrasi rasio, indeks Herfindahl untuk mengetahui struktur pasar; (2) korelasi dan elastisitas transmisi harga (3) marjin pemasaran dan share keuntungan. Teknik wawancara dan observasi berpedoman pada daftar pertanyaan terstruktur. Hasil penelitian adalah (1) saluran pemasaran karet terdiri dari dua saluran, yang terbaik saluran II dimana petani bergabung dalam wadah koperasi selanjutnya menjual ke pabrik sehingga harga ditingkat petani lebih tinggi; (2) struktur pasar bersifat oligopsoni konsentrasi sedang yang menunjukkan bahwa pedagang memiliki tingkat kekuasaan yang sedang dalam mempengaruhi pasar; (3) perilaku pasar, sempurnanya keterpaduan harga karet pada pasar yang satu dengan harga karet pada pasar yang lain, baik secara horizontal maupun vertikal; dan (4) penampilan pasar ditunjukkan dengan marjin pemasaran yang relatif besar dan didominasi oleh share keuntungan tidak merata. Hal ini menunjukkan bahwa pemasaran hasil karet belum efisien.