Karyoto Karyoto
STMIK Widya Pratama

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETOS KERJA KARYAWAN PADA RUMAH SAKIT QOLBU INSAN MANDIRI KABUPATEN BATANG Karyoto Karyoto
IC-Tech Vol 12 No 2 (2017): IC-Tech Volume XII No.2 Oktober 2017
Publisher : STMIK WIDYA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.803 KB) | DOI: 10.47775/ictech.v12i2.11

Abstract

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk : 1) Menganalisis pengaruh hubungan antar manusia (Human Relation) terhadap Etos Kerja, 2) Menganalisis pengaruh kondisi lingkungan fisik terhadap Etos Kerja, 3) Mengetahui variabel paling dominan  berpengaruh terhadap Etos. Penelitian ini menggunakan data primer. Sampel dalam penelitian ini menggunakan 80 responden yang berasal dari Karyawan Rumah Sakit Qolbu Insan Mandiri Daerah Kabupaten Batang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling, Cara yang digunakan dalam teknin non- probability sampling ini yaitu quota sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, dengan pengujian hipotesis menggunakan uji signifikan simultan (Uji-F) dan uji signifikan parsial (Uji-t) serta R square dengan standard error of estimate yang digunakan sebesar 5% atau 0,05. Hasil penelitian : 1) Berdasarkan pada hasil analisis regresi linier berganda yang telah dilakukan pada penelitian ini, didapat persamaan regresi : Y = 9,580 + 0,091 X1 + 0,816 X2; 2) Variabel Human Relation (X1) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Etos Kerja (Y) dengan nilai regresi 0,091 dan nilai t hitung = 4,835  dengan tingkat signifikansi 0,004; 3) Variabel Kondisi Lingkungan Fisik (X2) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Etos Kerja (Y) dan pengaruhnya paling dominan terhadap variabel Etos Kerja (Y). Hal tersebut dapat dibuktikan dengan nilai regresi yang paling tinggi dibandingkan variabel Human Relation  yaitu sebesar 0,816 dan nilai t hitung = 5,234 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa Kondisi Lingkungan Fisik merupakan factor yang lebih utama dibandingkan dengan variabel Human Relation dalam mempengaruhi variabel Etos Kerja.
IMPLEMENTASI MULTI ATRIBUTE DECISION MAKING UNTUK MENENTUKAN INDIKATOR PRIORITAS KEMISKINAN Karyoto Karyoto; Tori Ariyanto; Taryadi Taryadi
IC-Tech Vol 14 No 2 (2019): IC-Tech Volume XIV No.2 Oktober 2019
Publisher : STMIK WIDYA PRATAMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.953 KB) | DOI: 10.47775/ictech.v14i2.64

Abstract

Pengukuran kemiskinan dilakukan dengan menggunakan indikator pada bidang ekonomi, sosial, kesehatan, pendidikan dan infrastuktur dasar. Untuk mendapatkan indikator prioritas untuk penanganan kemiskinan dibutuhkan hierarki. Indikator prioritas ini digunakan oleh masing-masing OPD untuk menanggulangi kemiskinan sesuai dengan hiearki tersebut sehingga penanganannya sesuai dengan kebutuhan sebenarnya. Untuk menentukan hierarki ini dapat menggunakan metode Multi Atribute Decision Making (MADM) dimana salah satu metode yang dapat digunakan adalah Analytic Hiearchy Process (AHP). Tujuan dari penggunakan metode MADM ini adalah menentukan bobot tertinggi indikator prioritas kemiskinan dan dapat memetakan sebaran kemiskinan berdasarkan indikator tersebut. Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh pemerintah daerah dalam pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan yang tepat sasaran, kebutuhan dan lokasi. Hierarki indikator prioritas yang dihasilkan dengan metode MADM adalah kondisi rumah, kepemilikan aset, sumber energi, pendidikan, kesehatan, pekerjaan dan pengeluaran untuk makanan. Berdasarkan hasil pemeringkatan tersebut, maka prioritas penanggulangan kemiskinan dapat disesuaikan dengan urutan indikator tersebut sesuai dengan kondisi di tiap kecamatan.