Febiola Dhea Fajar Putri Sekarsari
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Slamet Riyadi, Kota Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR Febiola Dhea Fajar Putri Sekarsari; Anggit Grahito Wicaksono; Sarafuddin
Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa) Vol 3 No 1 (2023): Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa)
Publisher : Institut of Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/elia.v3i1.648

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis proses menerapkan model pembelajaran Discovery Learning serta menganalisa kelebihan dan kekurangan terhadap pemakaian model Discovery Learning pada pembelajaran matematika kelas V SD Negeri Kestalan 05 Surakarta. Metode penelitian yang digunakan yakni kualitatif. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa proses menerapkan model pembelajaran Discovery Learning terdiri dari 6 langkah-langkah atau sintaks yaitu stimulus/rangsangan (stimulation), identifikasi masalah (problem statement), pengumpulan data (data collection), pengolahan data (data processing), pembuktian (verification), menarik kesimpulan (generalitation). Dengan menerapkan 6 langkah-langkah tersebut terdapat kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya dapat membentuk peserta didik lebih aktif, dapat berpikir kritis secara kelompok maupun individu, membentuk kepribadian yang lebih percaya diri, dapat membantu memperkuat konsep diri, membantu meminimalisir sikap Skeptisme (keraguan), membantu mengembangkan memori dan komunikasi dalam berbagai situasi belajar, dapat menjalin kerjasama, dapat mengembangkan bakat dan kecakapan yang dimiliki, pengetahuan yang diperoleh dapat menguatkan pengertian, ingatan, dan transfer. Sedangkan kelemahannya membutuhkan waktu yang lebih lama, tidak efektif kepada sejumlah yang besar peserta didik, adanya kesalahpahaman diantara guru dan pembelajar, terdapat peserta didik yang tidak mampu melakukan penemuan, terdapat peserta didik yang berbincang dengan kawan lain dan berjalan di kelas.