Fikri Apriyono
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inventarisasi dan Identifikasi Problem Pembelajaran Matematika Siswa di Sekolah Inklusi Kabupaten Jember Fikri Apriyono
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol 1 No 3 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i3.119

Abstract

Inklusi adalah sebuah filosofi pendidikan dan sosial, dimana inklusi meyakini bahwa semua orang adalah bagian yang berharga dalam kebersamaan masyarakat, apapun perbedaan yang ada. di dalam Al-Qur`an disebutkan bahwa hakikat manusia adalah makhluk yang satu sama lain berbeda (individual differences). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian dilaksanakan di SMP Inklusi TPA Jember berdasarkan pertimbangan bahwa peneliti sudah melakukan observasi awal dan tertarik untuk meneliti di SMP TPA Jember. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di SMP Inklusi TPA Jember yang merupakan informan utama. Di dalam penelitin ini disimpulkan bahwa hasil inventarisasi problem- problem pembelajaran matematika siswa di SMP Inklusi TPA Jember menunjukkan bahwa terdapat problem internal dan eksternal pembelajaran matematika siswa di SMP Inklusi TPA Jember yaitu: Problematika terkait siswa, Problematika faktor guru, Problematika terkait Sarana dan Prasarana, Problematika terkait Lingkungan Keluarga Siswa, Problematika terkait Kurikulum, Peneliti juga mendeskripsikan solusi pembelajaran matematika siswa di SMP Inklusi TPA Jember yaitu Solusi terhadap problematika faktor guru, Solusi terhadap problematika terkait Sarana dan Prasarana, Solusi terhadap problematika terkait Lingkungan Keluarga Siswa, Solusi terhadap problematika terkait Kurikulum, Solusi terhadap problematika terkait Siswa. Dengan adanya solusi yang direkomendasikan oleh peneliti, sekolah dan guru sebaiknya segera menyelenggarakan berbagai kegiatan pelatihan agar dapat memajukan sekolah inklusi yang ada di Kabupaten Jember. Sekolah dapat bekerja sama dengan pemerhati pendidikan agar dapat tercapai sekolah yang baik dan layak bagi siswa ABK dan Non ABK ketika belajar di sekolah inklusi.
Inventarisasi dan Identifikasi Problem Pembelajaran Matematika Siswa di Sekolah Inklusi Kabupaten Jember Fikri Apriyono
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education Vol. 1 No. 3 (2020): Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/mass.v1i3.119

Abstract

Inklusi adalah sebuah filosofi pendidikan dan sosial, dimana inklusi meyakini bahwa semua orang adalah bagian yang berharga dalam kebersamaan masyarakat, apapun perbedaan yang ada. di dalam Al-Qur`an disebutkan bahwa hakikat manusia adalah makhluk yang satu sama lain berbeda (individual differences). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dengan triangulasi, analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian dilaksanakan di SMP Inklusi TPA Jember berdasarkan pertimbangan bahwa peneliti sudah melakukan observasi awal dan tertarik untuk meneliti di SMP TPA Jember. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa di SMP Inklusi TPA Jember yang merupakan informan utama. Di dalam penelitin ini disimpulkan bahwa hasil inventarisasi problem- problem pembelajaran matematika siswa di SMP Inklusi TPA Jember menunjukkan bahwa terdapat problem internal dan eksternal pembelajaran matematika siswa di SMP Inklusi TPA Jember yaitu: Problematika terkait siswa, Problematika faktor guru, Problematika terkait Sarana dan Prasarana, Problematika terkait Lingkungan Keluarga Siswa, Problematika terkait Kurikulum, Peneliti juga mendeskripsikan solusi pembelajaran matematika siswa di SMP Inklusi TPA Jember yaitu Solusi terhadap problematika faktor guru, Solusi terhadap problematika terkait Sarana dan Prasarana, Solusi terhadap problematika terkait Lingkungan Keluarga Siswa, Solusi terhadap problematika terkait Kurikulum, Solusi terhadap problematika terkait Siswa. Dengan adanya solusi yang direkomendasikan oleh peneliti, sekolah dan guru sebaiknya segera menyelenggarakan berbagai kegiatan pelatihan agar dapat memajukan sekolah inklusi yang ada di Kabupaten Jember. Sekolah dapat bekerja sama dengan pemerhati pendidikan agar dapat tercapai sekolah yang baik dan layak bagi siswa ABK dan Non ABK ketika belajar di sekolah inklusi.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPS BERBASIS 21St CENTURY SKILLS (4 LEARNING SKILLS) BAGI SISWA SMP/MTs. Anindya Fajarini; Fikri Apriyono
Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS Vol. 18 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Direktorat Pascasarjana Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jppi.v18i2.10864

Abstract

This study aims to develop teaching materials that represent 21st Century skills (4 Learning Skills). This research is a type of development research (Research and Development). The development model used is the Borg & Gall model. Quantitative data was obtained from a product development assessment questionnaire by material experts, design experts, linguists and users (teachers and students), while qualitative data was obtained through filling in comments and suggestions, both from experts and users. Quantitative data analysis uses descriptive percentage techniques, namely the number of respondents' answers in one item divided by the number of ideal answers in one item. The results showed that the module prepared had a suitability from material experts of 94.28%, from design experts obtained a percentage of 93.75%, from linguists obtained a percentage of 89.33% which means that the language module is valid or suitable for use. The individual test results obtained a percentage of 84.44%, the results of testing the effectiveness of the use of modules obtained from teacher and student responses obtained a percentage of 89.33% and 89.19% which means the module has good effectiveness. Thus, social studies teaching materials in the module is valid and feasible to use to support social studies learning. Recommendations for further research are to develop similar modules with different learning objective and conduct product trials on a wider scale (dissemination)