Setiya Utari
1Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi 229, Bandung 40154, Jawa Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROFIL KETRAMPILAN PROSES SAINS (KPS) SISWA DALAM MENGGUNAKAN RAGAM MEDIA PEMBELAJARAN GERAK MELINGKAR DI SMA Annida Melia Zulika; Matius Heru Wijaya; Umi Masitoh; Setiya Utari; Titin Titin
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.331 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10945

Abstract

ABSTRAK Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui respon KPS siswa SMA dalam menggunakan ragam media pembelajaran pada materi gerak melingkar. Penelitian menggunakan populasi siswa kelas X di salah satu SMA N di Lembang  dengan jumlah sampel 24 orang yang di pilh secara random clauster. Respon keterampilan proses sains yang diamati meliputi keterampilan observasi, berhipotesis, melakuan pengukuran, serta mengkomunikasikan. Respon KPS diperoleh melalui jawaban LKS dan diolah dengan menggunakan tafsiran persentasi. Hasil penelitian menunjukkan melalui fenomena yang dikembangkan  dan pertanyaan arahan untuk mengamati data hal yang diobservasi memberikan gambaran sebagian besar siswa dapat melakukan observasi, mengungkapkan fenomena berdasarkan data. Media yang dikembangkan kurang dilengkapi dengan pertanyaan arahan  untuk mengenal variabel bebas dan terikat sehingga hanya  setengahnya siswa mengungkapkan keterampilan hipotesis 54% meskipun hipotesis yang diajukan tidak dilengkapi dengan asumsi. Penggunaan ragam media tidak memfasilitasi bagaimana cara-cara siswa berkomunikasi sehingga pembelajaran ini belum dapat melatihkan keterampilan berkomunikasi. Pengembangan media perlu diarahkan untuk memberikan kelengkapan penggunaannya berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi. Kata Kunci:  ragam media; keterampilan proses sains. ABSTRACT This qualitative descriptive research aims to find out the response of high school students in using the variety of learning media on circular motion material. The study used a population of tenth graders in one of the high schools in Lembang with a sample of 24 people who were randomized to clauster. The observed responses to the science process skills include observation skills, hypotheses, measurements, and communications. Response to the ability of the science process is obtained through the answer of the student worksheet and processed by using the percentage interpretation. The results showed through the developed phenomenon and the question of direction to observe the observed observed data gives an overview of the majority of students can do the observation, revealing the phenomenon based on the data. The developed medium is less equipped with the landing question to recognize the independent and bound variables so that only half of the students reveal hypothesis skills of 54% even though the proposed hypothesis is not equipped with assumptions. The use of a variety of media does not facilitate the ways students communicate so that this learning has not been able to train communication skills. Media development needs to be directed to provide the complete use of it related to the ability to communicate. Keyword: various media; science process skills.
PROFIL PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BEREKSPERIMEN SISWA SMP PADA PEMBELAJARAN LEVELS OF INQUIRY (LoI) MATERI ENERGI Inka Danika; Harun Imansyah; Setiya Utari; Muhamad Gina Nugraha; Nurti Istila
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.561 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10951

Abstract

ABSTRAK Sejak tahun 1960, orang sudah berpikir bahwa  dalam pengajaran sains tidak hanya memfokuskan pada hal-hal yang perlu siswa ketahui tetapi penting juga untuk membangun cara bagaimana siswa memperoleh apa yang diketahui. Kemampuan bereksperimen merupakan gabungan antara pengetahuan dan ketrampilan untuk merencanakan, melaksanakan dan melaporkan hasil eksperimen. Penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design ini menggunakan populasi 6 kelas VII di salah satu SMPN di Kota Bandung dengan sampel 1 kelas yang diambil secara random cluster. LoI dipilih sebagai cara untuk melatihkan kemampuan bereksperimen mengingat LoI memiliki tahapan yang dipandang cocok  serta memiliki keleluasaan untuk menentukan dominasi peran guru dan siswa  berdasarkan kondisi siswa. Kemampuan bereksperimen yang diamati meliputi menggunakan hubungan matematik untuk meramalkan gambaran hasil observasi dan eksperimen, hipotesis dan situasi eksperimen yang dibayangkan, mendesain eksperimen serta menyimpulkan hasil eksperimen. Untuk melihat perkembangan kemampuan ini dianalisis berdasarkan jawaban LKS dengan kategori perkembangan merujuk rubrik yang di kembangkan oleh Lati. Hasil penelitian menunjukkan profil perkembangan kemampuan bereksperimen pada aspek mendesain eksperimen memiliki perkembangan yang paling rendah, meskipun dalam implementasi ini guru memiliki dominasi yang lebih besar. Oleh karenanya perlu dikembangkan cara-cara yang lebih fokus terhadap melatihkan kemampuan mendesain eksperimen terutama pada tahapan interactive demonstration dan inquiry lesson dengan lebih menekankan dominasi peran siswa di dalam pembelajaran.     Kata kunci: Profil perkembangan kemampuan bereksperimen; LoI ABSTRACT Since 1960, people have thought that in science teaching is not only focus on things that students need to know but it is also important to build the way students get to know. The ability to experiment is a combination of knowledge and skills to plan, execute and report on experimental results. The experimental research with the design of one group pretest-posttest design uses 6 class VII in one of SMP N in Bandung with 1 class sample taken by random cluster. The LoI was chosen as a way to experiment with the ability to experiment in considering that the LoI has the appropriate stages and has the flexibility to determine the dominant role of teachers and students based on the condition of the students. The experimental abilities observed include using mathematical relationships to forecast images of observations and experiments, hypotheses and experimental situations imagined, designing experiments and summarizing experimental results. To see the development of this capability in the analysis based on the answer of LKS with development category refer to the rubric developed by Lati. The results showed that the development profile of experimental ability in the experimental design aspect has the lowest development, although in this implementation the teacher has greater dominance. Therefore, it is necessary to develop more focused ways to practice experimental design skills, especially in the interactive demonstration and inquiry lesson stages by emphasizing the dominance of student roles in learning. Keyword: experimental ability, LoI