Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN KARAKTER DI MADRASAH BERBASIS KURIKULUM MERDEKA Ikhwanul Muslimin
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/jmpid.v5i1.2093

Abstract

This study examines the development of the character education curriculum in Madrasahs with reference to the Merdeka curriculum. The concept of the Merdeka curriculum is expected to be able to produce students who are knowledgeable, characterized, civilized, and noble according to the noble ideals of the Indonesian nation. Madrasahs as educational institutions must implement character education in the Merdeka curriculum with the concept of its Pancasila learner profile. The approach used in this research uses qualitative with the literature study method, researchers use several books, journals, and the results of recent observations as references. The findings reveal that the development of character education carried out in learning must be integrated into each subject, self-development, and Madrasah culture. Character values developed in students can be through two attitudes, namely spiritual and social. Spiritual is carrying out the teachings of the religion they adhere to, while social includes honest behavior, discipline, responsibility, courtesy, environmental care, and confidence in interacting with the environment. Some stages of learner character development can be passed through 1) knowledge, 2) implementation, and 3) habits.
Perencanaan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kurikulum Merdeka di Madrasah Aliyah Negeri Se-Kabupaten Kediri Ikhwanul Muslimin; Addin Arsyadana; Hasbi Assyiddiqi Bimasbuqin
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.3.2.134-143

Abstract

Artikel ini meneliti tentang perencanaan pengembangan kurikulum berbasis kurikulum merdeka yang diterapkan di Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perencanaan pengembangan kurikulum dan mengetahui proses pembelajaran dalam penerapan kurikulum merdeka di Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kediri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan menggunakan teknik wawancara, observasi, serta dokumentasi. Sedangkan untuk pengujian keabsahan data menggunakan tiga tahap pengujian yaitu, uji kredibilitas, uji depantibilitas, dan uji konfirmabilitas. Hasil penelitian ditemukan bahwa, (1) Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kediri yang terdiri dari (MAN 2 Kediri, MAN 3 Kediri, MAN 4 Kediri) merupakan madrasah yang ditunjuk oleh Kementerian Agama untuk menerapkan kurikulum merdeka sesuai dengan SK Dirjen Pendis Nomor 3811 Tahun 2022; (2) Madrasah Aliyah Negeri se-Kabupaten Kediri menggunakan perpaduan kurikulum merdeka dan kurikulum lokal yang dibuat oleh stakeholder lembaga (Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, Guru, dan Walisantri); (3) Perpaduan tersebut terdapat proses perencanaan dalam pengembangan kurikulum di Madrasah berupa pembentukan karakter peserta didik yang meliputi 5 hal diantaranya, a) Perspektif ibadah kepada Allah SWT, b) Hubungan Guru-Peserta Didik diikat dengan mahabbah fillah, c) Pandangan ‘ainurrahmah, d) Hati nurani sebagai sasaran utama, e) Akhlak diatas ilmu pengetahuan.
Fenomena Keraguan Saat Berdiskusi: Strategi Refleksi Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam IAIN Kediri Ikhwanul Muslimin; Titis Dwi Wulandari
Edumanagerial Vol. 3 No. 2 (2024): EDUMANAGERIAL : Journal of Islamic Education Management
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/edumanagerial.v3i2.4187

Abstract

Diskusi merupakan kegiatan yang wajib dimiliki disetiap atmosfer pembelajaran kelas mahasiswa, namun ekspektasi yang diharapkan malahan tidak sesuai target dan tujuan dari diskusi itu sendiri. Diskusi harusnya menguatkan topik pemabahsan perkuliahan, mensintesis beberapa pendapat kolega belajarnya, hingga melahirkan suatu gagasan baru, namun diskusi yang dialami mahasiswa dalam subjek penelitian ini sangat jauh dari prospek demikian. Disinyalir mahasiswa terdapat keraguan dalam proses diskusi kelas karena terdapat beberapa faktor seperti rasa kurang percaya diri, takut salah, khawatir akan diejek atau ditertawakan oleh teman sekelas, serta ketidaktahuan atau ketidakpahaman terhadap topik yang dibahas. Studi ini menelaah tentang strategi refleksi kebenaran kepada mahasiswa guna meningkatkan atmosfer diskusi kelas yang sangat aktif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kualitatif dengan desain studi kasus, peneliti melakukan observasi partisipatif dalam beberapa sesi diskusi kelas. Hasil temuan mengungkapkan bahwa refleksi filsafat kebenaran dapat membuat mahasiswa memikirkan kembali apa yang mereka takutkan, kemudian pada proses selanjutnya mereka dapat secara lugas berbicara dengan percaya diri. Refleksi ini terdapat rencana aksi yang meliputi tahapan 1) Introduction Self-Reflection, 2) Group Reflection, dan 3) Guided Reflection.