Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN “GOLDEN AGE PERIOD FOR GOLDEN GENERATION SEBAGAI UPAYA PENIGKATAN KUALITAS BANGSA” PADA KADER KESEHATAN DI DESA DANDER KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO Fitria Rizky Kurniawati; Niken Yuli Astuti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Golden age period adalah masa-masa dimana otak anak berkembang sangat pesat dan paling cepat dalam menyerap informasi. Periode emas merupakan suatu periode yang sangat vital atau sesuatu yang sangat penting dalam suatu siklus. Periode emas pada anak yaitu masa-masa penting dimana otak atau kecerdasan anak sangat berkembang pesat. Periode emas berada pada batas umur anak 0-3 tahun. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat: kader kesehatan, ibu bayi/balita, serta keluarga (ayah, nenek, kakek) akan pentingnya masa emas pertumbuhan. Kegiatan yang dilakukan secara community relation melalui penyuluhan dan pelatihan “Golden Age Period for Golden Generation”. Hasil pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran tentang Golden Age Period. Perkembangan otak adalah perkembangan yang tidak kasat mata seperti perkembangan fisik anak, oleh karena itu perkembangan otak anak sering sekali diabaikan oleh orang tua. Dalam perkembangan otak anak pada periode emas ini sangat diperlukan peran serta orang tua dalam mendukung perkembangan anak agar perkembangan otaknya menjadi optimal. peran orang tua sangat penting pada masa periode emas anak. Jika orang tua mengetahui betapa pentingnya periode emas tersebut untuk perkembangan otak anak secara optimal maka orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, karena mempunyai anak yang cerdas adalah dambaan setiap orang tua apalagi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa. Kegiatan dilaksanakan pada periode bulan April - Agustus 2022. Lokasi kegiatan adalah di Wilayah Puskesmas Kanor Kabupaten Bojonegoro. Metode kegiatan adalah community relation melalui penyuluhan kesehatan dan training atau pelatihan kepada kader kesehatan. Hasil kegiatan ini peserta penyuluhan sangat antusias dengan materi yang diberikan, adanya buku panduan dan leaflet sangat membantu untuk dapat dibaca kembali di rumah. Kegiatan dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, dilakukan demonstrasi selama pelatihan dapat meningkatkan pemahaman peserta, buku modul dapat menjadi sumber belajar yang lebih selain yang disampaikan oleh pembicara dan dapat dibaca kembali di rumah.
HUBUNGAN FUNGSI PEMELIHARAAN KESEHATAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA HIPERTENSI DI DESA BEGED GAYAM BOJONEGORO Niken Yuli Astuti; Ahmad Mirza Akmal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v13i2.280

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah bentuk penyakit degeneratif yang masih menjadi momok yang menakutkan di masyarakat yang tanpa disadari akan menjadi kondisi yang mampu menyebabkan penyakit-penyakit serius dengan dampak yang signifikan bagi status kesehatan setiap individu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fungsi pemeliharaan kesehatan keluarga dengan kepatuhan berobat penderita hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan Non-Eksperimen dengan pendekatan cross sectional yang terdiri dari 100 sampel dari simple randomized sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan fungsi pemeliharaan kesehatan keluarga kategori cukup sejumlah 68 responden (68%),dan kepatuhan berobat kategori sedang sejumlah 59 responden (59%), serta nilai uji statistik kendall’s tau_b dengan signifikansi sebesar 0,000 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,564. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan fungsi pemeliharaan kesehatan keluarga dengan kepatuhan berobat penderita hipertensi di desa beged gayam bojonegoro.
PENINGKATAN IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN ANEMIA DEFISIENSI BESI (ADP) DAN KEK DI KELAS PRENATAL WILAYAH KERJA PUSKESMAS KANOR Fitria Rizky; Niken Yuli Astuti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia generally occurs throughout the world, especially in developing countries and in low socio-economic groups. In the adult group anemia occurs in women of reproductive age, especially pregnant women and lactating women because they experience a lot of iron deficiency. Nearly all of these deaths were due to a lack of knowledge resources, and most were preventable. It is generally caused by iron deficiency, so it is better known as anemia. Furthermore, anemia will occur when the mother's hemoglobin levels fall to below 11gr/dl during the third trimester. Based on the 2021 Indonesian Health Profile, MMR has decreased in relation to pregnancy, childbirth and postpartum by 359 per 100,000 live births and the Neonatal Mortality Rate (AKN) has also decreased in 2020 by 19 per 1,000 live births. The method for implementing the Community-Based Hypertension Control Program is as follows: 1) Planning stage which includes: by forming a team, collecting data which includes: general data, special data, health profile, survey results, analyzing the situation: internal and external problems, determine program targets and indicators. 2) Pre-implementation stage by carrying out feasibility and suitability tests of the assessment format and observation sheets that will be used as the basis for implementing the program. 3) Program Implementation Stage: carry out early detection and monitoring of anemia in pregnant women, 4) Target: cadres, community activists, village midwives/nurses, lecturers and students, Target: pregnant women. 5) Evaluation Stage: using the Early Detection and Prevention of Anemia form. The community service program which combines education, mentoring, and a social support system is expected to increase knowledge and attitudes towards preventing anemia and complications of anemia in pregnant women. Of the 28 participants who took part, it was necessary to increase the knowledge of pregnant women, especially preventing anemia, so that they could control and change their lifestyle to be healthier.