Hapsa Usman
Politeknik Negeri Kupang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL PENCIPTAAN LAPANGAN PEKERJAAN MELALUI PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL PADA KECAMATAN KELAPA LIMA KOTA KUPANG Hapsa Usman
JAKA - Jurnal Jurusan Akuntasi Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan kelapa lima yang memiliki 6 kelurahan dengan luas wilayah 15,31 KM2 dan jumlah penduduk 61.411 orang. Dengan memiliki banyak kekhasan lokal yang dapat di bina dan di manfaatkan menjadi ekonomi lokal bagi peningkatan pendapatan masyarakat dan daerah yang bersangkutan. Hasil pertanian, kerajinan kerajinan, home industri seperti gula lempeng dan sebagainya dapat dikembangkan menjadi daya tarik ekonomi lokal baik pada tataran daerah maupun nasional.Penelitian ini dilaksanakan pada 3 kelurahan yang ada di di Kecamatan kelapa lima dengan obyek potensi usaha masyarakat. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi potensi sumberdaya ekonomi lokal yang berdaya tarik, berdaya saing tinggi dan berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan. Data dikumpulkan melalui focus group discussion dengan masyarakat. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif pendekatan Analisa SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak sektor usaha yang secara berturut-turut adalah : perikanan, perdagangan, industri rumah tangga dan jasa, pertanian dan peternakan sangat menjanjikan karena lokasi daerahnya sangat strategis. Ditinjau dari Jenis produk unggulannya berupa hasil Kelautan berupa ikan, makanan & minuman tradisional, kerajinan gula lempeng, jasa fotocopy dan Rental serta rumah makan. Hasil analisa SWOT menjelaskan bahwa ada beberapa kekuatan dan kelemahan masyarakat ekonomi lokal yakni sumber daya ekonomi lokal sangat potensi dan jumlah bahan baku serta tenaga kerja yang melimpah namun tidak adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah dalam mengembangkan masyarakat didaerah ini, sementara itu peluang Dan ancaman yang ada di kecamatan kelapa lima diantaranya adalah minat dan kebutuhan masyarakat semakin banyak dan daya saing semakin tinggi. Untuk itu perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak antara lain pemerintah, Bank, Lsm, Perguruan Tinggi dan Pengusaha dalam mengembangkan dan meningkatkan masyarakat ekonomi Lokal ini.
ANALISIS EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS PENERIMAAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA BADAN PENDAPATAN DAN ASET DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Peter Rinto Rivaldo Goa; Hapsa Usman; Munawar Munawar
JAKA - Jurnal Jurusan Akuntasi Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Audit (JAKA)
Publisher : P3M- Politeknik Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The results of the financial statements of the Provincial Government, especially during the COVID-19 Pandemic 2020, it shows that the realization of the Regional Original Revenue budget has not reached the specified target. Realization of Original Regional Revenue is still fluctuating, namely it is still up and down in the Regional Government Budget of the NTT Province, so it is said to be still unstable. The data analysis technique is descriptive quantitative. The types of data used are qualitative data and quantitative data. Sources of data used are primary data and secondary data. The data was collected by means of observation, interviews, literature study and documentation which will be analyzed using the PAD efficiency ratio and the PAD effectiveness ratio. The results of the study show that the efficiency level of Regional Original Revenue before the COVID-19 Pandemic, namely in 2018 and 2019 was classified as very efficient. In 2018 it was 1.56%, in 2019 it was 1.66%. While the efficiency level of Regional Original Revenue during the COVID-19 Pandemic, namely in 2020 is classified as very efficient with a percentage of 1.71%. The level of effectiveness of local revenue receipts in the period before the COVID-19 pandemic was classified as very effective. In 2018 the percentage was 100.44% and in 2019 the percentage was 97.95%. Meanwhile, during the COVID-19 pandemic, in 2020 the level of effectiveness was classified as less effective with a percentage of 79.59%. This is due to the weakening of economic factors and the large number of tax arrears