Berangkat dari beberapa hasil penelitian tentang intoleransi di Indonesia yang masih terbilang tinggi yang dilakukan oleh pelajar dan guru yang ada di lembaga pendidikan. Untuk itu, tulisan ini ingin mengungkap tentang konsep pendidikan wasathiyah, nilai-nilai pendidikan wasathiyah, dan model pendidikan wasathiyah yang diaktualisasikan di Madrasah. Tulisan ini menggunakan metode library research yaitu dengan menggali kekayaan data dari berbagai literatur, baik primer maupun sekunder yang berasal dari buku, jurnal, dan literatur lain sesuai dengan fokus kajian. Dari beberapa literatur dalam hasil dan pembahasan, pendidikan wasatiyyah merupakan pendidikan yang mengedepankan sikap toleransi, keadilan, dan keseimbangan disemua lini kehidupan. Nilai-nilai  wasatiyyah yang harus diaktualisasikan di Madrasah seperti tawassut (jalan tengah), tawazun (seimbang), i'tidal (keadilan), tasamuh (toleransi), musawah (egaliter), syura (konsultasi), ishlah (reformasi), alawiyat (prioritas), tahaddhur (berperadaban), wathaniyah wa muwathani (nation-state), dan wudwatiyah (inovatif). Model pengembangan pendidikan wasatiyyah yang perlu diaktualisasikan madrasah yaitu; pertama, madrasah harus membuat visi dan misi yang mengarah pada nilai-nilai wasatiyyah. Kedua, madrasah harus mampu mengembangkan kurikulum berbasis nilai-nilai wasatiyyah. Ketiga, penguatan habituasi dan budaya madrasah sebagai strategi internalisasi nilai-nilai wasatiyyah. Keempat, madrasah harus mampu mengembangkan penguatan moderasi Islam lewat program-program yang terintegrasi dan mengarah pada nilai-nilai wasatiyyah.