V. Indah Sri Pinasti
Prodi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SANKSI ADAT KARANG MEMADU SEBAGAI UPAYA ANTISIPASI PERKAWINAN POLIGAMI DI DESA ADAT PENGLIPURAN, KECAMATAN BANGLI, KABUPATEN BANGLI, PROVINSI BALI Ni Luh Sriyani; V. Indah Sri Pinasti
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 11, No 2 (2022): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v11i2.59268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan warga Desa Adat Penglipuran, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali melarang perkawinan poligami, bentuk-bentuk dan dampak sanksi adat karang memadu. Penelitian ini menggunakan metode analisis data kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Adat Penglipuran, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Informan di dalam penelitian ini adalah warga desa adat penglipuran. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Hasil peneliitian menunjukan bahwa ada beberapa landasan yang menjadi alasan penting mengapa warga desa penglipuran melarang adanya perkawinan poligami, yakni landasan yuridis, landasan sosiologis, landasan psikologis, serta landasan religius. Adapun proses serta bentuk-bentuk sanksi adat karang memadu yakni melalui tiga tahapan, pertama tahap pemanggilan. Selanjutnya di tahap kedua yakni pembuatan rumah di area karang memadu oleh warga yang nantinya akan ditempati oleh keluarga yang berpoligami,  dan tahapan terakhir penerapan sanksi yakni  berupa pengucilan warga.
STRATEGI POKDARWIS DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DESA WISATA (STUDI KASUS DESA WISATA GIYANTI, WONOSOBO) Ines Wulan Sari; V. Indah Sri Pinasti
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol 11, No 2 (2022): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Pendidikan Sosiologi FIS UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v11i2.59271

Abstract

Kebijakan otonomi daerah khususnya di pedesaan memberikan keleluasaan bagi Desa untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya sendiri salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan dapat diwujudkan melalui desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya yang telah dilakukan Pokdarwis dalam pemberdayaan masyarakat di Dusun Giyanti serta untuk mengetahui strategi yang dilakukan Pokdarwis dalam memberdayakan masyarakat Dusun Giyanti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, Teknik analisis data menggunakan langkah-langkah yang dikemukakan oleh Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemberdayaan di Dusun Giyanti melalui  Desa Wisata Giyanti, Pokdarwis melakukan beberapa upaya yaitu: Pokdarwis meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memaksimalkan sumber daya melalui pelatihan-pelatihan. Pokdarwis juga menerapkan strategi dalam melaksanakan program pemberdayaan, yaitu (1) Memberikan motivasi pada masyarakat berupa pembentukan kelompok-kelompok kesenian dan kerajinan (2) Peningkatan kesadaran dan pelatihan kemampuan (3) Manajemen diri (4) Mobilisasi sumber daya (5) Pembangunan dan pengembangan jejaring.