This Author published in this journals
All Journal Widya Teknik
Luh Juni Asrini
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Optimalisasi faktor-faktor yang berpengaruh pada beban lentur genteng beton dengan metode response surface Amsal Dwi Nugroho; Martinus Edy Sianto; Luh Juni Asrini
Widya Teknik Vol. 16 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v16i2.1663

Abstract

Genteng beton adalah unsur bangunan yang digunakan untuk atap yang terbuat dari campuran merata antara semen portland, agregat dan air dengan atau tanpa menggunakan pigmen. Produk Genteng di UD X menggunakan bahan baku fly ash yang memiliki keuntungan dapat meningkatkan kekuatan genteng beton. Namun penggunaan fly ash perlu dipertimbangkan kembali karena termasuk dalam Bahan Berbahaya dan Beracun sehingga pengelolaannya memerlukan ijin dan pengawasan khusus. Langkah menghilangkan penggunaan fly ash memerlukan seting parameter ulang untuk komposisi pasir, semen, dan kapur mill terhadap beban lentur genteng beton yang dioptimalkan menggunakan response surface method. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kombinasi level Pasir : Semen : Kapur Mill:Air dengan perbandingan 45 : 32 : 9 :14 akan menghasilkan nilai respon beban lentur sebesar 265.7 Kg. Model optimum antara faktor-faktor yang mempengaruhi nilai beban lentur adalah sebagai berikut : Y = 257.269 + 7.571X1 + 15.852 X2 – 14.580 X1 2 – 7.718 X2 2 – 3.430 X1X2
Penentuan komposisi lapisan paving block untuk mendapatkan kuat tekan yang optimal Chandra Wijaya; Martinus Edy Sianto; Luh Juni Asrini
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.1955

Abstract

Bata beton (paving block) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu paving block tersebut. Kualitas paving block dapat diukur dari kekuatan paving block dalam menerima beban tekan dan juga ketahanan terhadap keausan. Maka dalam penelitian ini dilakukan penggabungan komposisi optimal kuat tekan paving block milik Pratama (2017) sebagai lapisan bawah dan komposisi optimal kuat aus paving block milik Kertajaya (2017) sebagai lapisan atas. Dengan harapan dapat menghasilkan paving block yang selain mempunyai kuat tekan yang baik, namun juga mempunyai ketahanan aus yang baik pula. Perbandingan ketebalan lapisan bawah dan lapisan atas yaitu (1cm : 5cm), (2cm : 4cm), (3cm : 3cm), (4cm : 2cm), (5cm : 1cm). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pada perbandingan ketebalan lapisan bawah dan atas (3cm : 3cm) menghasilkan rata-rata kuat tekan yang paling tinggi yaitu sebesar 368 kg/cm2, sedangkan pada perbandingan (2cm : 4cm) menghasilkan rata-rata kuat tekan yang paling rendah sebesar 302 kg/cm2.
Pengaruh intensitas suara dan karakter Visual Auditori Kinestetik (VAK) terhadap konsistensi pengukuran Mutia Rata Palamba; Martinus Edy Sianto; Luh Juni Asrini
Widya Teknik Vol. 17 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i1.1960

Abstract

Proses pengukuran dilakukan untuk menunjang pengambilan keputusan terhadap sebuah system. Seorang rater (pengukur) dalam melakukan pengumpulan informasi dipengaruhi dengan kecenderungan gaya belajar yaitu visual, auditori atau kinestetik (VAK). Selain adanya pengaruh karakteristik VAK kondisi lingkungan kerja dengan tingkat kebisingan tertentu dapat mempengaruhi hasil ukuran yang dilakukan rater (pengukur). Dengan adanya pengaruh karakteristik VAK dan kondisi kebisingan lingkungan perlu diketahui karakteristik VAK mana yang memiliki tingkat konsistensi hasil pengukuran yang baik, sehingga dapat diketahui karakter terbaik yang dapat menjadi rater (pengukur) dalam sebuah proses pengukuran.Dari Karakter yang diteliti responden dengan karakteristi visual, auditori dan kinestetik pada tingkat kebisingan 80 dBA, 90 dBA dan 100 dBA selama 45 menit untuk setiap kombiasinya maka diketahui bahwa karakterisitik dengan konsistensi hasil pengukuran terbaik dimiliki oleh karakter visual. Sehinggah seorang rater dengan karakteristik visual akan memiliki hasil ukur yang lebih konsisten.
Evaluasi dan perbaikan sistem pelayanan loket BPJS cabang Surabaya dengan simulasi Agatha Nusamaris Keban; Ig. Jaka Mulyana; Luh Juni Asrini
Widya Teknik Vol. 17 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v17i2.2082

Abstract

Antrian sering terjadi apabila bagian fasilitas pelayanan sedang sibuk melayani pelanggan sebelumnya, sehingga ada waktu pelanggan selanjutnya, yang terbuang untuk menunggu. Tujuan pengamatan adalah untuk melihat kinerja 4 loket di BPJS kesehatan Surabaya serta memberikan usulan perbaikan yang dapat dipertimbangkan. Pengamatan menggunakan teori antrian dan dilakukan simulasi dengan bantuan software Arena. Loket A memiliki 3 fasilitas pelayanan, loket B, C dan DE memiliki 1 fasilitas pelayanan. Data diambil perhari (Senin-Jumat), merupakan data primer berupa data waktu kedatangan pelanggan dan data waktu pelayanan. Dari hasil pengamatan dan simulasi, didapat waktu menunggu dan pelanggan mengantri paling banyak di loket C hari Senin, sementara waktu menunggu dan pelanggan mengantri paling sedikit pada loket A hari Jumat. Berdasarkan 3 usulan perbaikan, usulan 1 dan 2 memberikan hasil secara kuantitatif, yakni dapat mengurangi waktu tunggu dalam antrian. Sedangkan usulan 3 tidak dapat memberikan hasil secara kuantitatif. Ketiga usulan ini baik, namun dapat dipilih usulan perbaikan terbaik dengan mempertimbangkan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan.