Yuliati Yuliati
Teknik Elektro, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Monitoring Kinerja Mesin Pada Mobil Berbasis Web Kevin Julian; Diana Lestariningsih; Yuliati Yuliati; Peter Rhatodirdjo; Widya Andyardja; Hartono Pranjoto
Widya Teknik Vol. 18 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/wt.v18i1.2088

Abstract

OBD II (On Board Diagnostic II) merupakan sebuah alat yang digunakan agar setiap data sensor yang telah diolah pada ECU (Engine Control Unit) dapat diambil oleh user. Pada dasarnya setiap alat OBD II sudah disertai dengan hardware penunjangnya yang dapat mengetahui setiap kerusakan pada mobil. Suatu komponen pada mobil dapat dianggap rusak ketika data yang diambil oleh sensor tidak sesuai dengan data yang telah ada pada software OBD II. Pada tugas akhir ini, OBD II akan dibuat ulang dengan menggunakan modul bluetooth OBD II yang akan dihubungkan ke mikrokontroler ATMega164. Mikrokontroler nantinya berguna untuk meminta dan mengolah data yang didapat dari ECU. Data yang didapat dari ECU merupakan nilai hexadecimal yang nantinya akan di konversi ke nilai desimal agar mudah dibaca. Setelah nilai tersebut di konversikan, maka nilai desimal tersebut akan dikirim ke internet menggunakan modul GSM, yaitu SIM808. Data yang telah dikirim akan masuk ke database yang nantinya dapat dibuka dengan menggunakan domain yang telah diatur sebelumnya.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI ALAT PENGERING HYBRID UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PRODUKSI DAN HIGIENITAS PRODUK PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA KERUPUK PULI Dian Trihastuti; Yuliati Yuliati; Luh Juni Asrini; Nicolas Hansel Yusandi Bemanto; Atanasius Jose Kuswoyo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34793

Abstract

Abstrak: Industri Rumah Tangga (IRT) kerupuk puli di Desa Jaddih, Bangkalan, masih bergantung pada metode produksi konvensional, khususnya pengeringan dengan sinar matahari, yang menyebabkan waktu proses yang tidak konsisten, adanya risiko kontaminasi, serta kualitas yang bervariasi karena tergantung cuaca. Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dan keberlanjutan usaha melalui pengembangan alat pengering hybrid berbasis energi matahari dan gas, serta peningkatan kapasitas dan standarisasi pengolahan pangan. Program melibatkan 10 perajin lokal melalui pelatihan dan pendampingan praktis. Evaluasi dilakukan melalui evaluasi kinerja alat, observasi langsung, serta penilaian kualitas produk. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan teknis sebesar 43,3% terkait penggunaan peralatan, peningkatan kesadaran higienitas dan standar BPOM sebesar 25%, serta peningkatan efisiensi produksi pada tahap pengeringan yang mencapai 50%. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi teknologi yang dikombinasikan dengan pengembangan keterampilan mampu memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha pangan industri skala kecil. Abstract: The puli cracker home industry in Jaddih Village, Bangkalan, still relies on conventional production methods, particularly solar drying, which results in inconsistent processing times, risks of contamination, and variable quality due to weather conditions. This community empowerment program aims to improve product quality and business sustainability through the development of a hybrid dryer (solar and gas-based), capacity building, and standardization of food processing. The program involved 10 local artisans through training and practical mentoring. Evaluation was conducted through equipment performance evaluation, direct observation, and product quality assessment. Results showed a 43,3% increase in technical skills related to equipment use, a 25% increase in hygiene and standard BPOM, and a 50% increase in production efficiency during the drying stage. The results of this activity indicate that technological interventions combined with skills development can strengthen the competitiveness and sustainability of micro-food businesses.