Budi Utomo
Institut Pembina Rohani Islam Jakarta (IPRIJA)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kesadaran Literasi Pada Praktek Keberagamaan: Studi Gerakan Literasi dan Al-Qur’an pada Perempuan Budi Utomo
Ad-DA'WAH Vol 20 No 2 (2022): Ad-DA’WAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
Publisher : INSTITUT PEMBINA ROHANI ISLAM JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.35 KB) | DOI: 10.59109/addawah.v20i2.23

Abstract

The variety of teaching methods for recognizing the letters of the Qur'an in Indonesia is a development of the parent method, namely Baghdadiy. Generally, the development of this method offers a practical way of teaching and short learning duration. Unfortunately, this results in the loss of the letter recognition process perfectly, because the letters have certain detailed characters, so that students feel they have completely mastered how to read the Qur'an. Another problem is that textbooks of teaching materials that are applied can sometimes be used without having to go through the development agency, so that teachers do not carry out the learning process according to the official procedures of the method development institution. This development is still focused on how to read, not on the ability to write, and enter the spirit of the Qur'an. As a textbook, the early generations of Baghdadiy contained a systematic learning method, requiring only a few touches and instructions for use. The additions needed are advanced competencies, namely writing and understanding.
Adolescent Resilience in The Digital Era: The Perspective Of Patience, Gratitude, and Tawakal in The Quran Zamroni Wafa; Abdul Hadi; Andi Edwin Rewira; Muhammad Abdul Aziz; Budi Utomo
CONS-IEDU: Jurnal Program Studi Bimbingan Dan Konseling Islam Vol 6 No 1 (2026): CONS IEDU
Publisher : Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/cons.v6i1.2803

Abstract

Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan remaja, baik dalam aspek sosial, psikologis, maupun spiritual. Kemudahan akses informasi dan perkembangan media sosial di satu sisi memberikan peluang bagi pengembangan diri, namun di sisi lain juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti kecanduan digital, tekanan sosial, krisis identitas, cyberbullying, serta gangguan kesehatan mental. Kondisi tersebut menuntut adanya penguatan resiliensi sebagai kemampuan individu untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari berbagai tekanan yang dihadapi. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep resiliensi remaja dalam perspektif Al-Qur’an melalui nilai-nilai sabar, syukur, dan tawakal sebagai fondasi ketahanan psikologis dan spiritual di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) yang bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an, kitab-kitab tafsir, serta literatur ilmiah yang relevan mengenai resiliensi dan psikologi remaja. Data dianalisis menggunakan metode tafsir tematik (maudhu‘i) untuk mengidentifikasi keterkaitan nilai-nilai Qur’ani dengan konsep resiliensi kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa sabar berfungsi sebagai mekanisme pengendalian diri dan keteguhan dalam menghadapi tekanan, syukur berperan dalam membangun emosi positif dan kesejahteraan psikologis, sedangkan tawakal memberikan ketenangan batin melalui keyakinan terhadap pertolongan Allah setelah melakukan ikhtiar secara optimal. Ketiga nilai tersebut membentuk kerangka resiliensi Qur’ani yang bersifat integratif, mencakup dimensi kognitif, emosional, sosial, dan spiritual. Dengan demikian, internalisasi nilai sabar, syukur, dan tawakal dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat resiliensi remaja sehingga mampu menghadapi tantangan era digital secara adaptif, produktif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.