SARI – Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu kabupaten yang menjadi lokasi penambanganbatugamping. Hal itu dikarenakan besarnya persebaran batugamping di selatan Kabupaten Tulungagung yangberasal dari Formasi Campurdarat. Batugamping cenderung memiliki heterogenitas fasies yang cukup tinggi,sehingga perlu dilakukan analisa fasies dan lingkungan pengendapan untuk mengetahui perkembangan batuankarbonat penyusun Formasi Campurdarat. Berdasarkan aspek geomorfologi, daerah telitian terbagi menjadiSatuan Lereng Struktural (S1), Satuan Perbukitan Struktural (S2), Satuan Perbukitan Struktural Terkikis (S3),Lereng Homoklin (S4), dan Satuan Dataran Aluvial (F1). Stratigrafi daerah telitian dibagi menjadi 6 satuanbatuan, yaitu Satuan breksi-vulkanik Mandalika, Satuan intrusi-andesit, Satuan kalkarenit Campurdarat, Satuanbatugamping-terumbu, Satuan kalsirudit Campurdarat, Satuan endapan-aluvial. Hubungan stratigrafi antaraSatuan breksi-vulkanik Mandalika dengan Satuan kalkarenit Campurdarat adalah tidak selaras, Satuan intrusiandesitmemiliki hubungan memotong Satuan breksi-vulkanik, Satuan batugamping terumbu Campurdaratmemiliki hubungan selaras menjari dengan Satuan kalsirudit Campurdarat, sedangkan Endapan Aluvial secaratidak selaras menutup semua satuan pada daerah telitian. Struktur geologi pada daerah telitian berupa sesarmendatar kiri turun (Normal left slip fault). Lingkungan pengendapan batugamping pada darah telitian berupafasies pengendapan platform interior dan patch reef pada Satuan kalkarenit Campurdarat, platform margin reef pada Satuan batugamping-terumbu Campurdarat, dan foreslope pada Satuan kalsirudit Campurdarat. Polasedimentasi batugamping menunjukkan adanya silkus retrogradasi dengan arah sedimentasi timur laut-baratdaya.Kata-kata Kunci: Formasi Campurdarat, fasies batugamping, fasies pengendapan karbonat