Sari - Penelitian ini dilakukan dengan tujuan yaitu mengetahui kondisi geologi daerah telitian yang meliputi geomorfologi, stratigrafi dan struktur geologi dan membangun lingkungan pengendapan lapisanpembawa batubara di lokasi penelitian.Strategi dalam penelitian ini terdiri dari tiga tahapan yaitu: akuisisi, analisa, dan sintesa. Akuisisimerupakan tahapan perolehan data yang terdiri atas studi pustaka, dan pemetaan geologi. Analisa merupakantahapan pemrosesan data terhadap hal yang menyangkut geologi dan lingkungan pengendapan daerah penelitian,dan tahap sintesa adalah menyimpulkan dari berbagai analisa tersebut dan mewujudkan dari tujuan yang ingindicapai.Berdasarkan kajian geomorfologi, daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga bentukan asal yang terdiriatas lima satuan bentuklahan, yaitu bentukan asal fluvial (F) terdiri dari satuan bentuklahan tubuh sungai (F1)dan satuan bentuklahan rawa (F2); bentukan asal denudasional (D), yaitu satuan dataran bergelombang sedang(D1) dan satuan dataran bergelombang lemah (D1); bentukan asal antropogenik/aspek manusia (H), yaitu lahanbekas tambang (H1). Pola pengaliran yang berkembang pada daerah telitian yaitu subdendritik. Stratigrafi daerahpenelitian berada pada Formasi Warukin dan Formasi Berai, terdiri atas empat satuan batuan tidak resmi, daritua ke muda adalah Satuan batugamping Berai, Satuan batulempung Warukin, Satuan batupasir Warukin, danendapan aluvial yang berumur Holosen. Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian berupa sesar(right reverse slip fault) dan lipatan (upright horizontal fold dan upright gentle plunging fold) yang berarahrelatif timur laut – barat daya. Lingkungan pengendapan lapisan pembawa batubara di daerah telitian adalahlower delta plain dengan sub-lingkungan pengendapan interdistributary bay, swamp, channel, crevasse splay,dan tidal flat yang diendapkan pada kala Miosen Tengah - Akhir. Kata-kata kunci: batubara, lingkungan pengendapan, Formasi Warukin.