Imron Wakhid Harits
Universitas Madura, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Megaremeng dan Cerita Lain Sebagai Identitas dan Kebudayaan Madura di Pulau Madura Imron Wakhid Harits
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 2 : Al Qalam (Maret 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i2.1979

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek budaya, tradisi, dan latar belakang sejarah dari dongeng Megaremeng dan dongeng lainnya.  Analisis ini digunakan karena kuatnya aspek budaya Madura, tradisi, dan juga latar belakang sejarahnya. Sedangkan untuk mendapatkan data digunakan penelitian etnografi dengan melakukan wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan di Sumenep untuk mendapatkan data yang asli. Kemudian, data tersebut ditulis ulang dengan prinsip-prinsip sastra anak dengan menambahkan konflik dan ilustrasi untuk menarik pembaca untuk membaca dongeng. Kuda terbang atau Megaremeng, sangat erat kaitannya dengan masyarakat di Sumenep terbukti hingga saat ini digunakan sebagai lambang kota. Artinya Mearemeng diceritakan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebagai tunggangan raja, Megaremeng dipercaya masyarakat masih eksis. Itu dapat ditemukan di nisan dua keluarga bangsawan Sumenep hari ini dan juga di museum Sumenep di depan Sumenep atau Keraton Songenep. Identitas Sumenep dan Madura juga tergambar dalam adat Joko Thole dengan baju adat Madura, sehingga mampu membawa imajinasi pembaca menjadi kenyataan.