Zulkifli Nasution
Program Study Magister Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan SPs dan Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peranan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Mempertahankan dan Meningkatkan Kondisi Jalan di Wilayah Langkat Hilir Kabupaten Langkat Muhammad Irfandi; Zulkifli Nasution; Endang Sulistya Rini
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 2 : Al Qalam (Maret 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i2.1997

Abstract

Perencanaan wilayah adalah suatu proses perencanaan pembangunan yang dimaksudkan untuk melakukan perubahan ke arah pembangunan yang lebih baik bagi suatu masyarakat, pemerintah, dan lingkungan di suatu wilayah. Dalam konteks pembangunan daerah, peran teknologi informasi sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi yang terbaik dan terpercaya. Dengan demikian, penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) dilakukan dalam pemeliharaan dan peningkatan jalan di Kabupaten Langkat Hilir Kabupaten Langkat Sumatera Utara. Jaringan jalan di wilayah Langkat Hilir tidak terbatas pada data yang ada, karena datanya tidak up to date, klasifikasi fungsi jalan tidak jelas dan terjadi tumpang tindih antara status jalan nasional, jalan kabupaten dan jalan desa. perubahan kondisi jalan, Berdasarkan nilai kepentingan terendah antar kecamatan yaitu antara Kecamatan Secanggang dan Kecamatan Tanjung Pura. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Kecamatan Secanggang dan Tanjung Pura terletak bersebelahan yang dibatasi oleh sungai yang sangat luas yaitu Sungai Wampu. Dengan demikian dibutuhkan jembatan penghubung antara kedua kecamatan tersebut agar aksesnya lebih mudah. Hasil analisis menunjukkan bahwa konektivitas beberapa wilayah masih perlu dikembangkan. Kondisi jalan belum mendukung aksesibilitas menuju kawasan wisata. Untuk meningkatkan aksesibilitas, diperlukan jaringan jalan baru yang menghubungkan jalan antardesa atau antar kabupaten