Persaingan yang semakin ketat dalam industri pariwisata global menuntut pendekatan berbasis data untuk pengambilan keputusan strategis. Penelitian ini bertujuan menganalisis atribut kota wisata dunia guna mengidentifikasi faktor kunci yang memengaruhi potensi bisnis pariwisata serta menginformasikan strategi branding destinasi, segmentasi pasar, dan pengembangan produk. Dengan menggunakan analisis data sekunder kuantitatif terhadap "Worldwide Travel Cities Dataset (Ratings and Climate)" yang mencakup 560 kota secara global, penelitian ini menerapkan statistik deskriptif, analisis korelasi, klasterisasi K-means, dan analisis tematik deskripsi destinasi. Temuan menunjukkan segmen destinasi yang berbeda berdasarkan tingkat anggaran dan profil atribut: destinasi mewah unggul dalam atribut budaya, kuliner, dan urban; destinasi hemat menunjukkan kekuatan dalam alam, petualangan, dan ketenangan; sementara destinasi menengah menempati posisi seimbang. Musiman iklim berdampak signifikan terhadap peluang bisnis, menuntut strategi yield management yang dinamis. Empat klaster optimal teridentifikasi: Petualangan-Alam-Budaya, Kota Klasik Eropa, Urban-Kuliner-Budaya, dan Pelarian Iklim Hangat, masing-masing dengan implikasi strategis unik. Kesimpulan menunjukkan bahwa analisis atribut destinasi berbasis data memungkinkan pelaku bisnis pariwisata mengembangkan pemasaran yang terarget, penawaran produk yang dipersonalisasi, dan strategi penetapan harga yang adaptif. Temuan ini menggarisbawahi perlunya pemangku kepentingan pariwisata memanfaatkan analitik data untuk peningkatan daya saing, pertumbuhan berkelanjutan, dan pemenuhan preferensi konsumen yang terus berkembang di pasar pariwisata global