Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN WANITA MENOPAUSE TENTANG PERUBAHAN PADA MASA KLIMAKTERUM Hellen Febriyanti; Iis Tri Utami; Atriana Yuri Saputri; Anafika Anafika; Antika Antika; Sista Rahayu
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i1.13536

Abstract

ABSTRAKMenopause atau masa klimakterium merupakan suatu masa peralihan dari mentruasi menjadi tidak lagi mengalami mennstruasi. Wanita yang telah memasuki masa klimakterium kemungkinan akan mengalami kemunduran kesehatan terutama perubahan secara fisik. Hot flush, vagina menjadi kering, kulit kendur dan keriput adalah contoh dari perubahan fisik. Perubahan fisik akibat dari menopause tersebut dapat mempengaruhi kondisi psikologis wanita menopause seperti mudah tersinggung, cemas, stress dan depresi. Pemanfaat bahan alami sangat dibutuhkan sebagai salah satu alternatif pengganti TSH, salah satunya fitoestrogen yang dimana adanya kumpulan senyawa alami dari tanaman jenis kacang-kacangan salah satunya kacang kedelai. Kedelai memiliki senyawa fitoestrogen yang banyak salah satunya isoflavon. Isoflavon sangat berkaitan dengan reseptor estrogen. Kandungan estrogen pada wanita menopause mengalami penyusutan yang signifikan. Isoflavon dapat mengikat sel-sel reseptor estrogen, sehingga tubuh tidak merasakan pengurangan yang dramatis. Mengkonsumsi susu kedelai dapat mengembalikan suplai hormon estrogen sehingga dapat mengurangi gejala yang disebabkan terjadinya penurunan fungsi ovarium dan produksi hormon estrogen yang dikarenakan isoflavon merupakan sejenis senyawa yang mengandung fitoestrogen yakni senyawa estrogen alami. Dari uraian tersebut, maka dilakukan pengabdian masyarakat dengan tujuan Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Wanita Menopause melalui kegiatan penyuluhan tentang perubahan pada masa klimakterum dengan mengkonsumsi susu kedelai di wilayah kerja Puskesmas Trimulyo, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur. Strategi yang digunakan adalah pendekatan berbasis komunitas dimana startegi pemecahan langsung ke sasaran dengan optimalisasi peran kader kesehatan perempuan dan anggota masyarakat yaitu wanita usia menopause. Dari hasil kegiatan yang dilakukan didapatkan peningkatan pengetahuan ibu menopause sebelum diberikan penyuluhan dan sesudah diberikan penyuluhan. Kata kunci: klimakterium; kedelai ABSTRACTMenopause or climacteric period is a period of transition from menstruation to no longer experiencing menstruation. Women who have entered the climacteric period are likely to experience a setback in their health, especially physical changes. Hot flushes, vaginal dryness, loose skin and wrinkles are all examples of physical changes. Physical changes resulting from menopause can affect the psychological condition of menopausal women such as irritability, anxiety, stress and depression. Utilization of natural ingredients is urgently needed as an alternative to TSH, one of which is phytoestrogens which contain a collection of natural compounds from legume plants, one of which is soybeans. Soybean has many phytoestrogen compounds, one of which is isoflavones. Isoflavones are closely related to the estrogen receptor. Estrogen levels in postmenopausal women experience significant shrinkage. Isoflavones can bind to estrogen receptor cells, so the body doesn't feel a dramatic reduction. Consuming soy milk can restore the supply of the hormone estrogen so that it can reduce symptoms caused by decreased ovarian function and production of the hormone estrogen because isoflavones are a type of compound that contains phytoestrogens, namely natural estrogen compounds. From this description, community service is carried out with the aim of Efforts to Improve the Health Quality of Menopausal Women through counseling activities about changes during the climacteric period by consuming soy milk in the working area of the Trimulyo Health Center, Sekampung District, East Lampung Regency. The strategy used is a community-based approach where the solution strategy is direct to the target by optimizing the role of female health cadres and community members, namely menopausal women. From the results of the activities carried out, it was found that the knowledge of menopausal mothers increased before being given counseling and after being given counseling. Keywords: climacterium; soybean
Peningkatan pengetahuan wanita usia subur tentang SADARI Atriana Yuri Saputri; Nur Alfi Fauziah; Ayu Vera Fabella; Chindi Ardila; Dalina Dalina; Derina Arisyah; Fitri Ratna Kusuma; Mareta Kurnia D.; Hellen Febriyanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i1.22207

Abstract

AbstrakKanker payudara merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang merupakan suatu tumor ganas yang terbentuk dari sel-sel payudara yang tumbuh dan berkembang tanpa terkendali. Kanker Payudara dapat dideteksi secara dini dengan SADARI atau pemeriksaan payudara sendiri. Program deteksi dini kanker payudara yang dapat dilakukan oleh masyarakat dengan melakukan SADARI.  SADARI merupakan sebuah metode deteksi dini yang sederhana karena dapat dilakukan secara mandiri. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur (WUS) dan memberikan edukasi mengenai SADARI dengan menitikberatkan pada usaha preventif dan promotif dalam mencegah dan mengatasi gejala kanker payudara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan melalui ceramah, dan diskusi serta tanya jawab, dimana sebelum dan sesudah kegiatan ibu diberikan pretest dan posttest. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa pelaksaan kegiatan yang dilakukan pada tanggal 12 Januari 2024 dengan jumlah peserta 14 wanita usia subur dapat meningkatkan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 5 menjadi 13. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan peserta mengenai SADARI dan memberikan kesadaran kepada peserta untuk mencegah adanya tanda dan gejala kanker payudara. Kata kunci: Wanita Usia Subur (WUS); SADARI AbstractBreast cancer is a non-communicable disease (NCD) which is a malignant tumor formed from breast cells that grow and develop uncontrollably. Breast cancer can be detected early by BSE or breast self-examination. An early breast cancer detection program that can be carried out by the community by doing BSE. BSE is a simple early detection method because it can be done independently. The aim of this activity is to increase knowledge of women of childbearing age (WUS) and provide education about BSE with an emphasis on preventive and promotive efforts in preventing and treating the symptoms of breast cancer. The method used in this activity is through lectures, discussions and questions and answers, where before and after the activity the mother is given a pretest and posttest. The results of this service show that carrying out activities carried out on January 12 2024 with 14 women of childbearing age as participants can increase participants' knowledge from an average score of 5 to 13. This activity increases participants' knowledge about BSE and provides awareness to participants to prevent signs of -signs and symptoms of breast cancer. Keywords: woman of reproductive age; breast self-examination