Matematika merupakan ilmu yang bersifat universal. Agar tujuan pembelajaran tercapai maka guru matematika perlu berinovasi dan memilih strategi pembelajaran yang tepat. Apakah penggunaan Strategi Pembelajaran Aktif Dengan Rotating Trio Exchange dapat meningkatkan Aktivitas dan Motivasi belajar peserta didik kelas X DPIB di SMK Negeri 3 Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas X RP SMK Negeri 3 Gorontalo, Provinsi Gorontalo tahun pelajaran 2021/2022. Hasil Penelitian Tindakan Kelas yang telah dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dan berdasarkan seluruh pembahasan, analisis data yang telah dilaksanakan, maka di sini dapat disimpulkan sebagai berikut : pada siklus I persentase aktivitas belajar peserta didik dalam kategori tinggi atau sangat tinggi mencapai 70 %, sedangkan pada siklus II persentase aktivitas belajar peserta didik dalam kategori tinggi atau sangat tinggi mencapai 88 %. Peningkatan skor aktivitas dari siklus I ke Siklus II adalah 18 % hal ini berarti di atas indikator keberhasilan yang ditetapkan. Jadi, melalui pembelajaran aktif dengan Rotating Trio Exchange, aktivitas belajar matematika siswa kelas X DPIB SMK Negeri 3 Gorontalo dikatakan meningkat (sesuai dengan indikator keberhasilan) yang semula pada siklus I dengan persentase 70 % dan siklus II 88 %. Peningkatannya adalah 18 %. Motivasi belajar matematika siswa kelas X DPIB SMK Negeri 3 Gorontalo dapat dikatakan meningkat (sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan) Pada siklus I persentase motivasi belajar peserta didik dalam kategori tinggi atau sangat tinggi mencapai 61 %, sedangkan pada siklus II persentase motivasi belajar peserta didik dalam kategori tinggi atau sangat tinggi mencapai 81 %. Peningkatan skor aktivitas dari siklus I ke Siklus II adalah 20 % hal ini berarti di atas indikator keberhasilan yang ditetapkan. Jadi, melalui Pembelajaran aktif dengan Rotating Trio Exchange, motivasi belajar matematika siswa kelas X DPIB SMK Negeri 3 Gorontalo dikatakan meningkat (sesuai dengan indikator keberhasilan) yang semula pada siklus I dengan persentase 61 % dan siklus II 81 %. Peningkatannya adalah 20 %.