Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPRESI BUDAYA BUGIS TERHADAP POLA PERILAKU MASYARAKAT PESISIR KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA Muhammad Ilham; Ade Armansa
Edukasia : Jurnal Pendidikan Vol 8, No 2 (2021): Edukasia (November 2021)
Publisher : FKIP-Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/eduborneo.v8i2.3512

Abstract

Provinsi Kalimantan Utara saat ini merupakan provinsi termuda di Indonesia, dengan berbagai macam suku dan budaya yang mendiami wilayahnya. Salah satu wilayah yang berda di Kalimantan Utara adalah Kota Tarakan. Kota Tarakn sendiri dihuni oleh berbagai macam suku yang berasal dari wilayah yang ada di Indonesia. Salah satu suku yang ada di kota Tarakan adalah suku Bugis yang tentunya membawa budaya dari daerah asalnya. Sehingga penting untuk diketahui bagaimana impresi atau pengaruh budaya Bugis terhadap pola perilaku masyarakat pesisir di kota Tarakan. Wilayah fokus penelitian ini adalah wilayah Kecamatan Tarakan Barat Kelurahan Karang Pantai Kota Tarakan Kalimantan Utara. Budaya Budaya Bugis mempunyai pengaruh besar tehadap pola perliku masyarakat pesisir di wilayah Kecamatan Tarakan Barat, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Wilayah Jembatan bongkok RT 21 dan RT 32, Kota Tarakan Kalimantan Utara. (1) pakaian adat (2) makanan khas (3) bahasa (4) pertanian (5) nelayan (6) ukiran (7) bentuk rumah merupakan jenis yang dilihat mengenai impresi budaya Bugis terhadap pola perilaku masyarakat pesisir di wilayah Kecamatan Tarakan Barat, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Wilayah Jembatan bongkok RT 21 dan RT 32, Kota Tarakan Kalimantan Utara. Ketujuh aspek tersebut ada 3 aspek yang mempunyai pengaruh terhadap pola perilaku masyarakat, yakni (1) pakian adat (2) makanan khas (3) bahasa. Aspek (1) pertanian (2) nelayan (3) ukiran (4) bentuk rumah didapatkan bahwa keempat aspek tersebut tidak mempunyai pengaruh terhadap pola perilaku masyarakat pesisir di wilayah Kecamatan Tarakan Barat, Kelurahan Karang Anyar Pantai, Wilayah Jembatan bongkok RT 21 dan RT 32, Kota Tarakan Kalimantan Utara. Berdaarkan hasil wawancara, empat aspek tersebut tidak berpengaruh dengan alasan pertanian tidak ada di wilayah jembatan bongkok, ukiran tetap menggunakan budaya asli Kalimantan sebagai bentuk menghargai suku asli Kalimantan Utara, bentuk rumah lebih modern (mengikuti perkembangan zaman dan biasanya dibangun tidak memperhatikan bentuk, yang terpenting adalah rumah tersebut dapat ditempati dengan segera.
IMPLEMENTASI LITERASI BACA TULIS MELALUI MAJALAH DINDING SEBAGAI AKTUALISASI PENDIDIKAN KARAKTER DI SMK NEGERI 1 TARAKAN Triatmiati Triatmiati; Rita Kumala Sari; Ade Armansa
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4801

Abstract

Abstract: The decline in students’ reading and writing literacy interest has become a major challenge for teachers in today’s education world. Although reading and writing literacy are fundamental skills that play a crucial role in learning and intellectual development, many students show a low level of interest in reading and writing activities. This study aims to determine the level of literacy interest among students of SMK Negeri 1 Tarakan. The findings indicate that students’ low engagement in literacy activities is caused by several factors, such as limited access to relevant and appealing reading materials, low parental support, and less engaging teaching methods. By understanding the factors that contribute to this decline in literacy interest, it is expected that appropriate solutions can be developed to enhance students’ reading and writing motivation in schools, thereby improving the overall quality of education in the future. Therefore, the researcher proposes the use of wall magazines (majalah dinding or madding) as an implementation strategy to improve students’ reading and writing literacy skills. Keywords: literacy, wall magazine, SMKN 1 Tarakan Abstrak: Penurunan minat literasi baca tulis siswa menjadi sebuah tantangan besar bagi seorang guru di dunia Pendidikan saat ini. Meskipun literasi baca tulis merupakan keterampilan dasar, sangat penting dalam proses pembelajaran dan perkembangan intelektual, banyak siswa yang menunjukkan rendahnya minat terhadap aktivitas membaca dan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar minat lietrasi siswa SMK Negeri 1 Tarakan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurangnya keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi disebabkan oleh beberapa hal, seperti kurangnya akses terhadap bahan bacaan yang relevan dan menarik, rendahnya dukungan dari orang tua, serta metode pembelajaran yang kurang menarik. Dengan memahami faktor-faktor penyebab rendahnya minat literasi baca tulis ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan minat baca tulis siswa di sekolah, sehingga dapat menunjang kualitas pendidikan yang lebih baik di masa depan. Maka dari itu peneliti mengemukakan madding sebagai implementasi siswa dalam meningkatkan literasi baca tulis siswa.  Kata kunci: literasi, madding, SMKN 1 Tarakan