Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Perilaku Siswa yang Kecanduan Gadget M. Harwansyah Putra Putra Sinaga; Silvia Hafida Husna Nst; Nurul Husna
Journal on Education Vol 5 No 4 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 4 Mei-Agustus 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i4.2260

Abstract

This study aims to describe the behavior of students at MTs Negeri 2 Medan. The type of research used in this research is qualitative. Qualitative research is research that is intended to reveal symptoms as a whole and in accordance with the context or what they are through collecting data with a natural background as a direct source with the key research instruments themselves. Data collection tools used are observation, interviews and documentation. The results of the study show that gadget addiction is not only to substances, but also to certain activities that are carried out repeatedly and have a negative impact as well as addiction to gadgets. This will hinder the process of socializing children and will lead to dependence on these gadgets.
PRINSIP DASAR HUKUM PERDATA INTERNASIONAL DAN CONTOH KASUS (LEX LOCI CONTRACTUS, LEX LOCIDELICTI, LEX LOCI REI SITAE) Jaka Ragil Daulay; Naurah Khairatunnisa; Nur Ade Amelia Oktobery; Nurul Husna
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Interaksi lintas batas negara dalam era globalisasi memicu kompleksitas sengketa perdata yang mengandung unsur asing. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tiga prinsip utama dalam Hukum Perdata Internasional (HPI), yaitu Lex Loci Contractus (hukum tempat kontrak dibuat), Lex Loci Delicti (hukum tempat perbuatan melawan hukum terjadi), dan Lex Loci Rei Sitae (hukum tempat benda berada). Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga asas tersebut berfungsi sebagai penunjuk hukum (lex causae) yang memberikan kepastian hukum dalam penyelesaian konflik yurisdiksi. Melalui studi kasus seperti perkara IPB (nasional) dan Tolofson v. Jensen (internasional), terlihat bahwa meskipun asas-asas ini bersifat universal, penerapannya di Indonesia masih menghadapi tantangan berupa ketiadaan kodifikasi HPI yang komprehensif. Selain itu, kedaulatan hukum nasional melalui prinsip public policy dan overriding mandatory rules tetap menjadi batasan utama yang dapat mengesampingkan berlakunya hukum asing apabila dianggap bertentangan dengan kepentingan nasional.