Oksiana Jatiningsih
PPKn FIS UNESA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN IBU RUMAH TANGGA LOWER CLASS DALAM MEMBANGUN KECERDASAN MORAL ANAK MELALUI PENDIDIKAN KELUARGA Di Kelurahan Pucanglaban Tulungagung Ayu Tias Tirta; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p336-351

Abstract

Abstrak Ibu memiliki peran penting dalam pendidikan keluarga terutama dalam membangun kecerdasan moral anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran ibu rumah tangga lower class di Kelurahan Pucanglaban dalam membangun kecerdasan moral anak melalui pendidikan keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakaan kuesioner, wawancara dan observasi. Penelitian sensus dengan sampel 48 ibu rumah tangga yang terdaftar dalam Program Keluarga Harapan di Desa Pucanglaban. Hasil penelitian menunjukkan strategi yang paling sering diterapkan oleh ibu adalah strategi pembiasaan. Pembiasaan yang dilakukan oleh dengan memberikan contoh perilaku dalam kehidupan sehari hari. Sedangkan Ibu kurang berperan dalam menerapkan strategi hukuman karena cenderung berbentuk kekerasan fisik dan kurang membangun. Indikator kecerdasan moral yang paling baik dikembangkan adalah indikator keadilan yang ditunjukkan sebagai bentuk pelaksanaan hak dan kewajiban yang penting untuk dipenuhi, sehingga anak pada keluarga lower class cenderung lebih aktif menuntut haknya daripada melaksanakan kewajibannya. Indikator yang kurang dikembangkan adalah kebaikan hati,yaitu kurangnya kepedulian terhadap binatang dan lingkungan sekitar. Saran yang diberikan adalah Meningkatkan kemampuan ibu agar dapat menerapkan strategi pendidikan lebih baik, melalui forum-forum diskusi dan memanfaatkan organisasi PKK di desa untuk memberikan sosialisasi tentang pendidikan anak. Kata kunci : Kecerdasan Moral, Ibu Rumah Tangga Lower class Abstract Mothers have an important role in family education, especially for building moral intelligence of children. This study aims to describe the role of the lower class housewives in the Pucanglaban for building moral intelligence of their children through a family education. This research is quantitative descriptive. Data was collected through questionnaires, interviews and observation. Researh conducted with a sample of 48 housewives who enrolled in the Family Hope Program in Rural Pucanglaban. Results showed the most common strategies applied by the mother is habituation strategy. Habituation by giving examples of behavior in their daily lives. While the mother is not totally involved in conducting punishment strategy, because punishment tends to create physical violence and is not really helpful The best moral intelligence indicator to implement is justice indicator which is showed as implementation of right and obligation which are important, so they tend to be more active in demanding their rights than to perform their obligations. Indicators that are less developed is kindness, ie the lack of concern for animals and the environment. Advice given is Improving mother’s ability so that she can implement better education strategies through forum discussions and utilize Development Of Family Welfare (PKK) to socialize children education.Keywords: Moral Intelligence, Lower class Housewife
PERAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER KARAWITAN UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP KEBERSAMAAN SISWA DI SMPN 1 TARIK SIDOARJO Mudji Sulistyowati; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n1.p427-441

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji sikap kebersamaan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti karawitan, Fokus permasalahan pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kondisi sikap kebersamaan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti kegiatan karawitan; (2) adakah perbedaan sikap kebersamaan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti karawitan.Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah teori sosial observasional Albert Bandura. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik komparatif. Lokasi penelitian yaitu di SMP Negeri 1 Tarik Sidoarjo, dengan sampel berjumlah 40 siswa yaitu 20 siswa mengikuti karawitan dan 20 siswa tidak mengikuti karawitan. Permasalahan kesatu dianalisis secara deskriptif dan kedua dianalis menggunakan chi kuadrat.Kondisi sikap kebersamaan siswa yang mengikuti yaitu bekerjasama dan kompak memainkan gamelan sesuai dengan irama tembang jawa, saling menghargai, dan saling membantu. Sedangkan sikap kebersamaan siswa yang tidak mengikuti karawitan yaitu kerjasama tim dalam mengumpan bola kepada lawan agar tidak terjadi rebutan sehingga permainan berjalan dengan baik. Berdasarkan hasil analisis perbedaan sikap dengan tehnik komparatif chi kuadrat diperoleh X2hitung = 8,858 dan X2 tabel= 5,991 pada taraf signifikansi 5%, terdapat perbedaan sikap kebersamaan siswa yang mengikuti dan tidak mengikuti karawitan karena 8,858>5,991.Kata Kunci: Eksrakurikuler, karawitan dan Sikap KebersamaanAbstractThis research studies students togetherness attitude who follow and not follow traditional music, the research focus are: (1) how is the condition of students togetherness attitude who follow and not follow traditional music activities, (2) Is there a difference in students togetherness attitude who follow and not follow traditional music.The theory used observational social theory by Albert Bandura. Types of research used descriptive quantitative with comparative technique. This research location is SMP Negeri 1 Tarik Sidoarjo, the number of sampel is 40 students who are 20 students who follow traditional music and 20 students who do not follow traditional music. The data collect by using attitude scale tests, observation, and interview.The condition of student togetherness attitudes seen how students collaborate and compact play the gamelan according to the rhythm of Javanese tembang, the mutual respect and help each other. While students togetherness attitude who do not follow traditional music seen from collaborative team throw ball to enemy so that no happened for taking the ball. Based on results of the data analysis using chi kwadrad comparative technique is obtained X2 = 8,858 and X2 table =5,991 in the 5% significance level, there is a difference in students togetherness attitude who follow and not follow traditional music because 8,858 > 5,991.Keyword : extracurricular, traditional music, and togetherness attitude