Ryan Renaldy Madunde
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KINERJA KEUANGAN PENGARUHNYA TERHADAP UKURAN PERUSAHAAN FOOD AND BEVERAGES YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2012 Madunde, Ryan Renaldy
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 1, No 4 (2013): Jurnal EMBA, HAL 709 - 820
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.416 KB) | DOI: 10.35794/emba.1.4.2013.2804

Abstract

Perusahaan senantiasa dituntut untuk dapat mengikuti perubahan lingkungan agar tidak kalah dalam persaiangan bisnis. Masalah pendanaan penting karena apabila salah kelola akan dapat menagakibatkan kebangkrutan. Kinerja keuangan merupakan gambaran kinerja dari yang telah dilakukan perusahaan dalam kegiatan operasionalnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Rasio keuangan merupakan alat pengukuran yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan. Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjang dan likuiditas mengambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek. Struktur modal adalah komposisi modal sendiri dan penggunaan utang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh solvabilitas, likuiditas dan struktur modal terhadap ukuran perusahaan pada perusahaan Food and Beverages di Bursa Efek Indonesia. Populasi dalam penelitian ini perusahaan Food and Beverages yang terdaftar dibursa efek Indonesia, pemilihan sampel ditentukan secara purposive sampling dimana Perusahaan Food and Beverages terdaftar di Bursa Efek Indonesia, menyediakan laporan keuangan, dan tidak menghasilkan laba negatif selama periode waktu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solvabilitas, likuiditas dan struktur modal secara simultan memiliki pengaruh terhadap ukuran perusahaan. Artinya semakin solvabel dan semakin likuid suatu perusahaan serta pengunaan komposisi struktur modal yang tepat, maka dapat mempengaruhi ukuran perusahaan tersebut. Kata kunci: solvabilitas, likuiditas, struktur modal, ukuran perusahaan
Studi Kristologi Berdasarkan Mazmur 110 Ryan Renaldy Madunde
KERUGMA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 1 (2020): April 2020
Publisher : STT Injili Indonesia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2500/kerugma.v2i1.24

Abstract

AbstractThe doctrine of Christology is a central doctrine in the Christian faith, the belief in His divine and human nature is a doctrine that can no longer be negotiated. And from the time of the Apostles, the Apostolic Fathers, the Church Fathers to this day the whole church agrees and there is no difference as to this confession of faith. But the teaching of the double quadrant of Jesus Christ is not as easy to say, in the course of history it has proved to be a serious debate that needs to be given extra attention by every church of God today in its study. Added to the question of how as evangelical theologians can prove whether the Old Testament prophesied the person of Jesus and was truly fulfilled in Him, as in Psalm 110: 1-7, how the psalmist reveals the person of Jesus in his writings while the Psalms have a poetic genre where the background of the writing was not disclosed. That is why the study of Christianity based on Psalm 110: 1-7 needs to be done carefully to establish a correct and responsible Doctrine of Critology.Keywords: Jesus, Doctrine of Christology, Book of Psalms
Polemik Frase “Duduklah di sebelah kanan-Ku” dalam Mazmur 110:1 Ryan Renaldy Madunde
Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso Vol 8 No 1: Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso - Maret 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33856/kerusso.v8i1.264

Abstract

The book of Psalms, when viewed from a literary point of view, is grouped into a book with a poetic genre, so understanding every word in this book is certainly different when approaching a book with a narrative genre. It is this difficulty that needs to be considered in approaching books with the poetic genre, because this type of literature does not clearly state the background of the situation the author is experiencing when writing the message of God's Word. One of them is in Psalm 110:1 in the phrase "Sit at my right hand". If this phrase is not understood correctly it will indicate that there are two different and separate existences of God from one another, so this Psalm will be closely related to the study of systematic theology of Christology which refers to the person of the Lord Jesus Christ. If Jesus is meant in this verse then there will be LORD (YHWH) and Jesus sitting at the right hand of GOD. This study uses a qualitative method with a literature study which will exegetically discuss the phrase "Sit at My right hand", with an exegesis study approach the author hopes to find a meaning as close as possible to the meaning that the author of the book of Psalms wanted to convey, especially in chapter 110:1. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Kitab Mazmur jika ditinjau dari segi sastranya dikelompokkan kedalam kitab dengan genre puisi, sehingga dalam memahami setiap kata dalam kitab ini tentulah berbeda ketika mendekati kitab dengan genre narasi. Kesulitan inilah yang perlu diperhatikan dalam mendekati kitab-kitab dengan genre puisi, sebab jenis sastra ini tidak mengemukakan secara gamblang tentang latar dari situasi yang sedang dialami penulis ketika menuliskan pesan Firman Tuhan tersebut. Salah satunya yang terjadi dalam Mazmur 110:1 pada frase “Duduklah di sebelah kanan-Ku”. Frase ini jika tidak dipahami dengan tepat akan mengindikasikan ada dua eksistensi Allah yang berbeda dan terpisah satu dengan yang lainnya, dengan begitu Mazmur ini akan berkaitan erat dengan studi teologi sistematika Kristologi yang merujuk kepada pribadi Tuhan Yesus Kristus. Jika Yesus yang dimaksudkan dalam ayat ini maka akan ada TUHAN (YHWH) dan Yesus yang duduk disebelah kanan TUHAN. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur kepustakaan yang akan membahas secara eksegetikal frase “Duduklah di sebelah kanan-Ku”, dengan pendekatan studi eksegesis penulis berharap akan menemukan makna sedekat mungkin dengan makna yang ingin disampaikan penulis kitab Mazmur khususnya pada pasal 110:1.
Pelayanan Anak dalam Pandangan Yesus Kristus Berdasarkan Matius 18:6 Ryan Madunde
Jurnal Ilmiah Tafsir Alkitab Vol. 1 No. 2: JUITA (Jurnal Ilmiah Tafsir Alkitab) 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69668/juita.v1i2.19

Abstract

Every human being is loved and valued by God, from children to adults. A congregation of God consists of children to adults so church service is ultimately differentiated based on the age spectrum. Known as children's ministry, youth ministry, men's ministry, women's ministry and so on that may be added to a church. Of the many services that exist in a church, children's ministry is often considered less important and even neglected. Even though Jesus himself gave a serious view of children who believe in Jesus need to be served seriously as stated in Matthew 18:6, meaning that trust and understanding of who God is worshiped must be built early. It is a mistake when the church has the perspective that to understand what one believes, one must wait for the person to have a mature enough mind to understand what one believes. As a result, the next generation of the church, from children to adults, is not good at understanding what they think. Since they tend to be late in preparing themselves, there needs to be a perspective of how Jesus views children's ministry as something important and serious for God's church. Keywords: Ministry, Children, Jesus, Church, Perspective Abstrak Setiap manusia dikasihi dan dipandang berharga oleh Allah, mulai dari anak-anak sampai kepada orang dewasa. Dan dalam sebuah gereja Tuhan terdiri dari anak-anak sampai kepada orang dewasa, sehingga dalam sebuah pelayanan gereja pada akhirnya dibedakan berdasarkan spectrum usia. Dikenal dengan pelayanan anak, pemuda, pria, wanita dan lain sebagainya yang mungkin dapat ditambahkan dalam sebuah gereja. Dari sekian banyak pelayanan dalam sebuah gereja, seringkali pelayanan anak dianggap kurang penting dan bahkan terabaikan. Padahal Yesus sendiri memberikan padangan yang serius tentang anak yang percaya kepada Yesus perlu dilayani dengan serius sebagaimana tertuang dalam Matius 18:6, artinya kepercayaan dan pemahaman akan siapa Allah yang disembah harus dibangun sejak dini. Sebuah kesalahan ketika gereja memiliki perspektif, bahwa untuk memahami apa yang diimani harus menunggu orang tersebut memiliki pikiran yang cukup dewasa untuk memahami apa yang diimani. Akibatnya generasi gereja berikutnya, mulai dari anak-anak sampai dewasa sebenarnya mereka kurang baik dalam memahami apa yang diimani. Sebab cenderung terlambat dalam mempersiapkannya, maka dari itu perlu memiliki perspektif tentang bagaimana Yesus memandang pelayanan anak sebagai sesuatu yang penting dan serius bagi gereja Tuhan. Kata Kunci: Pelayanan, Anak, Yesus, Gereja, Perspektif