Agus Satmoko Adi
S1 PPKn FISH Unesa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

UPAYA PEMERINTAH DESA DALAM MENUMBUHKAN JIWA GOTONG ROYONG DI DESA TUGUREJO KECAMATAN SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO Albertus Yolan Dira; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p702-719

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagaiaktivitas yang dilakukan pemerintah desa Tugurejo dalam melakukan upaya menumbuhkan jiwa gotong royong masyarakat desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan desain dan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 1 informan kunci dan 3 informan lainnya. Informan kunci adalah pejabat pemerintah desa yaitu Kepala Desa Tugurejo, informan lain adalah pejabat desa yang masih aktif dan salah satu perwakilan warga masyarakat desa Tugurejo sebagai informan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah desa Tugurejo sudah melakukan upaya menumbuhkan jiwa gotong royong masyarakat desa Tugurejo, hal ini dapat dilihat dari upaya yang dilakukan pemerintah desa yaitu dengan melakukan interaksi sosial dan lingkungan, melakukan pendekatan-pendekatan sosial yaitu berupa kegiatan yang dapat diterima masyarakat Tugurejo, kerjasama dengan organisasi desa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan kepemudaan yang kekinian dan tanggap terhadap perkembangan jaman dan mengadakan kegiatan sosial gotong royong. Masyarakat desa Tugurejo juga merespon positif upaya pemerintah desa Tugurejo tersebut,sehingga desa Tugurejo mendapat prestasi dan pencapaian yang baik dalam lomba kategori desa gotong royong ditingkat Kabupaten dan Provinsi. Kata Kunci:Upaya, Pemerintah,Gotong Royong. Abstract This study aims to describe the various activities undertaken by the Tugurejo village government in an effort to foster a community of mutual cooperation Tugurejo village community, Slahung District, Ponorogo Regency. This research uses a descriptive qualitative design and approach. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Subjects in this study used purposive sampling with 1 key informant and 3 other informants. Key informants were village government officials namely the Village Head of Tugurejo, the other informants were village officials who were still active and one of the Tugurejo village community representatives as triangulation informants. The results of this study indicate that the village government of Tugurejo has made efforts to foster a community of mutual cooperation Tugurejo village community, this can be seen from the efforts made by the village government by carrying out social and environmental interactions, carrying out social approaches in the form of activities that are acceptable to the community Tugurejo, collaboration with village organizations to carry out youth activities that are current and responsive to the development of the times and hold social activities together. The community of Tugurejo village also responded positively to the efforts of the Tugurejo village government, so that the village of Tugurejo received a good achievement and achievements in the category of mutual cooperation at the regency and provincial level. Keywords:Efforts, Government, Social Cooperatio
PERILAKU PEMILIH DALAM PILKADES TAHUN 2019 DI DESA BAKUNG UDANAWU BLITAR Septi Novia Hesti; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p749-763

Abstract

Abstrako Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perilaku pemilih dalam pilkades tahun 2019 di Desa Bakung Udanawu Blitar. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif deskriptif dengan persentase. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 98 orang yang populasinya yaitu orang yang menggunakan hak pilihnya dalam pilkades tahun 2019 di Desa Bakung Udanawu Blitar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teori tindakan sosial yang dikemukakan oleh Max Weber. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Data yang sudah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik kuantitatif deskriptif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pemilih dalam pilkades tahun 2019 di Desa Bakung Udanawu Blitar dalam menentukan calon pemimpin yaitu 95,92% mengatakan menentukan pilihannya berdasarkan tindakan rasional instrumental dan 4,08% mengatakan tidak menentukan pilihannya berdasarkan tindakan rasional instrumental, kemudian 95,92% mengatakan menentukan pilihannya berdasarkan tindakan rasional nilai dan 4,08% mengatakan tidak menentukan pilihannya berdasarkan tindakan rasional nilai, serta 61,22% mengatakan menentukan pilihannya berdasarkan tindakan tradisional dan 38,77% mengatakan tidak menentukan pilihannya berdasarkan tindakan tradisional, serta 65,30% mengatakan menentukan pilihannya berdasarkan tindakan afektif dan 34,69% mengatakan tidak menentukan pilihannya berdasarkan tindakan afektif. Kata Kunci: Perilaku pemilih, Perilaku politik, Pilkades tahun 2019. Abstract The purpose of this study is to describe the behavior of voters in 2019 pilkades in Bakung Udanawu Village, Blitar. This research uses descriptive quantitative approach with a percentage. The number of samples in this study are 98 people whose population is the people who use their voting rights in the 2019 pilkades in Bakung Udanawu Village, Blitar. The theory used in this research is to use the theory of social Action put forward by Max Weber. Data collection techniques using a questionnaire. The data that has been obtained is then analyzed using descriptive quantitative techniques with percentages. The results of this study indicate that the Voter Behavior in 2019 pilkades in Bakung Udanawu Village Blitar in determining the prospective leader 95.92% said they made their choices based on Instrumental Rational Actions and 4.08% said they did not make their choices based on instrumental rational actions, then 95.92 % said they made their choices based on rational value actions and 4.08% said they did not make their choices based on rational value acts, 61.22% said they made their choices based on traditional actions and 38.77% said they did not make their choices based on traditional actions and 65.30 % said they made their choices based on affective actions and 34.69% said they did not make their choices based on affective actions. Keywords: Voter behavior, Behavior of political, Pilkades 2019.
PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG PERNIKAHAN DINI SEBAGAI IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG PERKAWINAN DI DESA BALUN KECAMATAN TURI KABUPATEN LAMONGAN Yolanda Ovilia Vionita; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p764-778

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai pandangan masyarakat tentang kasus pernikahan dini sebagai Implementasi UU Perkawinan di Desa Balun. Pernikahan dini dalam penelitian ini merupakan perkawinan yang terjadi di umur kurang dari 18 tahun dan mendapatkan dispensasi nikah dari pihak Pengadilan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori tindakan sosial dari Max Weber (1864-1920) merupakan teori yang muncul karena asumsi setiap orang berbeda-beda di sesuaikan dengan apa yang dirasakan dan sesuai dengan apa yang dibutuhkan demi kebaikan dirinya dan orang lain. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pandangan tentang pernikahan dini termasuk tindakan instrumental dan rasionalitas nilai. Pandangan dari anak, orang tua dan masyarakat lainnya tentang pernikahan dini layak dilakukan. Alasannya, karena sudah terpenuhi lahir batin, pandangan tersebut sesuai dengan teori tindakan sosial rasionalitas nilai sebab tindakan dilakukan secara sadar sesuai dengan aturan agama, hukum dan nilai lainnya. Pandangan Kepala desa dan Moden desa pernikahan dini layak dilakukan dengan alasan menyelesaikan masalah yang terjadi, yaitu hamil di luar nikah sekaligus menjauhkan dari perbuatan zina, pandangan tersebut sesuai dengan teori tindakan sosial instrumental yaitu untuk kebaikan bersama dan dilakukan secara sadar. Teori tindakan sosial Weber menekankan dalam menanggapi masalah sosial secara rasional sesuai dengan keadaan atau kebutuhan. Kata Kunci: Pandangan, Pernikahan Dini, UU Perkawinan. Abstract This study aims to explain the public's view of the case of early marriage as the Implementation of the Marriage Law in Balun Village. Early marriage in this study is a marriage that occurs at the age of less than 18 years and get a marriage dispensation from the court. The theory used in this study is the theory of social action from Max Weber (1864-1920) is a theory that arises because the assumptions of each person vary according to what is felt and in accordance with what is needed for the good of himself and others. The approach used in this research is qualitative with a case study research design. Data collection techniques in the form of in-depth interviews and documentation. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show the views on early marriage including instrumental actions and rationality of values. The views of children, parents and other communities about early marriage are appropriate. The reason, because it has been fulfilled physically and mentally, the view is in accordance with the theory of social action rationality of values ​​because the action is done consciously in accordance with the rules of religion, law and other values. The views of the village head and Moden village of early marriage deserve to be carried out on the grounds of resolving the problems that occur, namely getting pregnant out of wedlock while at the same time distancing adultery, the view is in accordance with the theory of instrumental social action that is for the common good and is done consciously. Weber's theory of social action emphasizes responding to social problems rationally according to circumstances or needs. Keywords: Outlook, Early Marriage, Marriage Law.