Edward Wijaya
Universitas Pertamina

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS MULTI-CRITERIA MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK MEMETAKAN KERAWANAN SINKHOLE DI GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA Bayu Pamungkas; Johanes Timoty Jeremy Terok; Edward Wijaya
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v5i2.5470

Abstract

Kejadian sinkhole telah menjadi bencana yang berdampak serius pada industri, ekonomi, dan kehidupan masyarakat Gunung Kidul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunung Kidul mencatat sudah terjadi 32 kali kejadian sinkhole sejak tahun 2007 dengan pola semakin intensif setiap tahunnya. Kegiatan industri yang memanfaatkan airtanah telah mengakibatkan penurunan level muka airtanah sehingga menaikkan risiko kejadian sinkhole. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian ulang terhadap penggunaan tata guna lahan di Kabupaten Gunung Kidul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kriteria kerawanan sinkhole di Kabupaten Gunung Kidul serta memetakan zona kerawanannya. Tahapan awal penelitian ini adalah mendelineasi persebaran karst pada daerah penelitian. Kemudian, faktor pengontrol kejadian sinkhole dideterminasi untuk dijadikan kriteria dalam tahapan evaluasi. Kriteria yang digunakan adalah kondisi geologi, kemiringan lereng, tata guna lahan, dan kondisi hidrologi. Kriteria tersebut dievalusi menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Peta kerawanan sinkhole akan dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas kerawanan rendah, menengah, dan tinggi. Jika kelas kerawanan tinggi sebagian besar terpetakan di kawasan industri, perumahan, dan lahan pertanian maka kawasan tersebut direkomendasi untuk dipindahkan ke daerah dengan kelas kerawanan menengah hingga rendah terdekat. Tata guna lahan dengan kelas kerawanan tinggi yang menjadi kawasan industri, perumahan, dan lahan pertanian direkomendasi untuk dialihfungsikan sebagai kawasan geowisata karst.