Aprilia Frinanda Setiawan
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN AKURASI COMPLETE BOUGUER ANOMALY MAP PADA DATA TOPEX SATELLITE MENGGUNAKAN KONSTANTA BARU BERDASARKAN MATHEMATICAL DERRIVATIVE Aji Darma Maulana; Aprilia Frinanda Setiawan
JURNAL TEKNIK GEOLOGI : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Teknik Geologi : Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Publisher : Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtgeo.v5i2.5463

Abstract

Penelitian dilakukan dengan menggunakan data gravitasi observasi satelit TOPEX dengan luas area sebesar 37.530 km2 berupa Free Air Anomaly.  Penelitian berbasis analisis ini berlandaskan ketidaksesuaian antara dinamika geologi dengan data pengolahan gravitasi conventional. Dengan menekankan pada pengolahan gravitasi secara unconventional, analisis ini bertujuan untuk mendapatkan besaran yang dapat mereduksi efek topografi tanpa menghilangkan informasi litologi.  Pengolahan dilakukan dengan cara membandingkan beberapa variasi perlakuan koreksi Bouguer pada nilai Free Air Anomaly. Perlakuan tersebut berupa analisis matematis yang diterapkan dengan cara memperkecil rentang nilai koreksi Bouguer yang terlalu signifikan sebagai efek dari ketidakcocokan antara konstanta Bouguer conventional terhadap jarak ukur antara satelit dengan massa batuan.  Dihasilkan beberapa peta complete bouger anomaly dengan pola ekspresi yang berbeda sebagai efek dari variasi analisis matematis. Representasi data yang memiliki kesesuaian dengan fenomena geologi sebenarnya dapat dilihat pada complete bouger anomaly map dengan konstanta baru yaitu 0.04193/2.5 atau 0.016772. Terlihat kemenerusan utama anomali gravitasi dengan orientasi relatif utara-selatan yang diinterpretasikan sebagai sesar mendatar serta beberapa kemenerusan lainnya dengan orientasi relatif barat laut-tenggara yang diinterpretasikan sebagai sesar penyerta. Keberadaan dan persebaran densitas yang mencerminkan litologi maupun sesar pada daerah penelitian telah tervalidasi oleh peta geologi dan ekspresi topografi data SRTM berdasarkan analisis anomali gravitasi.